
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama dua hari berturut-turut berhasil menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta sekaligus mendukung penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Minggu (25/10/2026).
Pramono mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sengaja melakukan modifikasi cuaca untuk memicu hujan di sejumlah wilayah guna memperbaiki kualitas udara.
Menurutnya, operasi tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi awan, terutama di kawasan perbatasan Jakarta.
"Secara jujur saya memerintahkan untuk diadakan OMC selama dua hari. Ketika ada awan, terutama di daerah perbatasan seperti Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, bahkan kemarin malam di daerah Menteng terjadi hujan," kata Pramono.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai melepas kirab Napak Tilas Merah Muda Fest 2026 yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta.
Indeks Kualitas Udara Jakarta Tercatat 61 hingga 80
Pramono menyebut kualitas udara Jakarta mengalami perbaikan selama pelaksanaan modifikasi cuaca.
Ia mengungkapkan bahwa angka indeks kualitas udara pada Minggu pagi tercatat 61 ketika dirinya melepas peserta maraton penuh Jakarta Running Festival sekitar pukul 04.00 WIB.
Angka tersebut kemudian bergerak menjadi 68 dan mencapai 80 pada siang hari.
"Tadi pagi saya mengalami sendiri ketika jam 4 membuka flag off untuk full marathon, kita di angka 61, kemudian di angka 68, dan ketika siang 80. Itu menunjukkan bahwa kondisi udara ataupun polusi Jakarta rendah sekali selama dua hari ini berlangsung," ungkapnya.
Pramono menilai kondisi udara tersebut mendukung kenyamanan masyarakat yang mengikuti kegiatan olahraga di ruang terbuka.
Meski demikian, angka indeks 61 hingga 80 secara umum masih berada dalam kategori sedang pada skala indeks kualitas udara 0–500, bukan kategori baik.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaitkan perbaikan kondisi udara tersebut dengan hujan yang terjadi selama pelaksanaan OMC.
Modifikasi Cuaca Dilakukan di Sejumlah Wilayah Jakarta
Pramono menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC diarahkan ke wilayah yang memiliki awan hujan dan memungkinkan dilakukannya modifikasi cuaca.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian meliputi Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.
Ia juga menyebut hujan turun di kawasan Menteng pada malam sebelumnya.
Menurutnya, cuaca dan kualitas udara merupakan tantangan dalam penyelenggaraan kegiatan besar yang melibatkan banyak orang di ruang terbuka.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya mengatur pelaksanaan modifikasi cuaca agar dapat membantu memperbaiki kondisi udara.
Pramono menyatakan operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kegiatan masyarakat yang sedang berlangsung di berbagai lokasi.
Pramono Sebut Kawasan GBK Dijaga dari Hujan Saat Konser Ye
Selain mendukung Jakarta Running Festival, pelaksanaan OMC juga mempertimbangkan konser musisi Kanye West atau Ye di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Konser tersebut berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 dan menjadi salah satu agenda besar di Jakarta.
Pramono mengatakan pemerintah daerah mengatur pelaksanaan modifikasi cuaca agar hujan tidak mengganggu kegiatan konser.
Menurutnya, hujan berhasil terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, sementara kawasan GBK tidak diguyur hujan pada hari sebelumnya.
"Kalau kita mau sebenarnya bisa kita turunkan hujan di GBK, tapi kan mengganggu konser yang ada sehingga di GBK kemarin sama sekali tidak tersentuh hujan. Tapi di beberapa daerah lainnya tersentuh hujan," ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan penjelasan Pramono mengenai pengaturan pelaksanaan OMC di tengah sejumlah kegiatan besar di ibu kota.
Pemprov DKI Siapkan Anggaran untuk Melanjutkan OMC
Pramono memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan modifikasi cuaca.
Ia menyatakan operasi dapat dilanjutkan selama kondisi awan mendukung dan anggaran masih tersedia.
"Kalau selama masih ada awam yang cukup, pasti kita akan turunkan hujan. Karena memang bagaimanapun Pemerintah DKI Jakarta telah mengalokasikan budget untuk melakukan OMC," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum menentukan pelaksanaan operasi berikutnya.
Pramono juga menekankan pentingnya menjaga kualitas udara agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman.
Jakarta Running Festival Berlangsung dengan Kondisi Udara yang Dinilai Lebih Baik
Pramono mengapresiasi kondisi udara selama penyelenggaraan Jakarta Running Festival 2026.
Ia mengatakan ribuan peserta yang mengikuti kegiatan lari tersebut dapat merasakan kondisi udara yang menurutnya lebih nyaman.
"Kami melihat dengan OMC ini polusinya turun, masyarakatnya juga lebih happy. Apalagi tadi pagi kalau teman-teman (media) mengikuti Jakarta Running Festival, semuanya bergembira karena betul-betul udaranya enak sekali," ucap Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan pelaksanaan OMC sebagai salah satu langkah untuk menangani kondisi udara ketika berlangsung kegiatan besar di ruang terbuka.
Pramono menyatakan kebijakan tersebut akan terus dipertimbangkan berdasarkan ketersediaan anggaran dan kondisi awan yang memungkinkan dilakukannya modifikasi cuaca.
- Penulis :
- Gerry Eka




