
Pantau - Kelompok Tani Ngudi Mulyo di Padukuhan Jirak, Kalurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengembangkan budi daya padi sehat berbasis Sistem Irigasi Ramah Lingkungan (Siramli) dengan produktivitas gabah kering panen mencapai 9,76 ton per hektare.
Keberhasilan tersebut diperoleh melalui pengelolaan lahan pertanian seluas 12,5 hektare dengan menerapkan metode budi daya yang mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dan memanfaatkan ekosistem alami.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Liem Astuti, mengapresiasi keberhasilan kelompok tani tersebut dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menerapkan pertanian berkelanjutan.
"Kelompok Tani Ngudi Mulyo di Jirak, Bokoharjo, Prambanan, ini tidak hanya sukses melakukan wiwitan dan panen padi, tetapi juga berhasil menjadi juara 1 se-DIY dalam lomba SIRAMLI atau Sistem Irigasi Ramah Lingkungan," kata Liem Astuti di Sleman, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan petani lokal dalam mengelola lahan pertanian secara mandiri dengan pendekatan ramah lingkungan.
Produktivitas Padi Sehat Capai 9,76 Ton per Hektare
Kelompok Tani Ngudi Mulyo mengelola lahan seluas 12,5 hektare secara bersama-sama dengan menerapkan metode budi daya tanaman sehat.
Berdasarkan hasil pengukuran ubinan di lokasi, produktivitas gabah kering panen (GKP) mencapai 9,76 ton per hektare.
Sementara itu, hasil konversi menjadi gabah kering giling (GKG) tercatat sebesar 7,84 ton per hektare.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Sleman yang berada pada kisaran 6,03 ton per hektare GKG.
"Angka produktivitas tersebut tentu jauh melampaui rata-rata produktivitas padi secara keseluruhan di Kabupaten Sleman yang saat ini berada di kisaran 6,03 ton per hektare GKG," kata Liem.
Berdasarkan perbandingan tersebut, produktivitas GKG kelompok tani mencapai sekitar 30 persen lebih tinggi daripada rata-rata Kabupaten Sleman.
Hasil itu menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan metode budi daya yang dijalankan kelompok tani di wilayah Prambanan tersebut.
Sistem Irigasi Ramah Lingkungan Kurangi Penggunaan Bahan Kimia
Penerapan Siramli menjadi bagian dari upaya Kelompok Tani Ngudi Mulyo mengembangkan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Dalam praktiknya, petani mengutamakan pengelolaan ekosistem alami untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi.
Metode tersebut juga berfokus pada pengurangan penggunaan bahan kimia sintetis selama proses budi daya.
Pengelolaan lahan dilakukan secara kolektif oleh anggota kelompok tani dengan menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan pertanian.
Menurut DP3 Sleman, pendekatan tersebut mampu mendukung produktivitas tanaman sekaligus menjaga prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan lahan.
Keberhasilan penerapan sistem tersebut juga mengantarkan Kelompok Tani Ngudi Mulyo meraih juara pertama lomba Siramli tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hasil Panen Diolah Menjadi Beras Sehat
Selain meningkatkan produktivitas, Kelompok Tani Ngudi Mulyo mengembangkan hasil panen menjadi produk beras sehat.
Liem menjelaskan bahwa penerapan budi daya ramah lingkungan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah gabah yang dihasilkan.
Metode tersebut juga bertujuan memperbaiki mutu produk pertanian yang akan dikonsumsi masyarakat.
Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis, kelompok tani berupaya menghasilkan beras yang lebih aman bagi konsumen.
DP3 Sleman menilai pengembangan beras sehat menjadi salah satu manfaat dari penerapan sistem pertanian yang memperhatikan keseimbangan lingkungan.
Kegiatan wiwitan dan panen padi yang dilakukan kelompok tani juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hasil penerapan metode tersebut.
DP3 Sleman Dorong Kelompok Tani Lain Terapkan Siramli
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui DP3 berharap keberhasilan Kelompok Tani Ngudi Mulyo dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya.
Menurut Liem, praktik pengelolaan irigasi ramah lingkungan dan budi daya tanaman sehat perlu diperluas ke wilayah pertanian lain.
"Melalui keberhasilan KT Ngudi Mulyo ini, DP3 Sleman berharap praktik baik budidaya tanaman sehat dan pengelolaan irigasi ramah lingkungan dapat terus direplikasi oleh kelompok tani lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Sleman," katanya.
DP3 Sleman juga mengapresiasi konsistensi anggota kelompok tani dalam mengelola lahan pertanian secara bersama-sama.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode pertanian ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas hasil panen.
Dengan capaian 7,84 ton GKG per hektare, Kelompok Tani Ngudi Mulyo menjadi salah satu contoh pengembangan pertanian sehat yang produktivitasnya melampaui rata-rata Kabupaten Sleman.
- Penulis :
- Gerry Eka




