HOME  ⁄  Nasional

Baznas RI Perkuat Ketahanan Keluarga Indonesia Lewat 13 Program Unggulan, Gandeng Wanita Syarikat Islam

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Baznas RI Perkuat Ketahanan Keluarga Indonesia Lewat 13 Program Unggulan, Gandeng Wanita Syarikat Islam
Foto: (Sumber :Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wanita Syarikat Islam (WSI) di Jakarta, Jumat (23/10/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan keluarga Indonesia melalui pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah serta membuka peluang kerja sama dengan Wanita Syarikat Islam (WSI) untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga yang mandiri dan berdaya.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa penguatan ketahanan keluarga menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Sodik dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wanita Syarikat Islam di Jakarta, Jumat (23/10/2026), sebagaimana dijelaskan dalam keterangan resmi Baznas pada Senin (26/10/2026).

Menurutnya, terdapat tujuh pilar utama yang perlu diperhatikan dalam membangun ketahanan keluarga, mulai dari aspek keagamaan hingga pemenuhan kebutuhan dasar.

"Zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen untuk menopang pemenuhan ketujuh pilar tersebut," katanya.

Baznas Ungkap Tujuh Pilar Penting Ketahanan Keluarga

Sodik Mudjahid menjelaskan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Tujuh pilar yang dimaksud meliputi ketuhanan dan ibadah, kerukunan dan harmoni, infrastruktur dan fasilitas, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sandang, serta pangan.

Menurutnya, ketujuh aspek tersebut saling berkaitan dalam mendukung kesejahteraan dan kemandirian keluarga.

Pemenuhan kebutuhan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kemampuan keluarga menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan pangan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam penguatan ketahanan keluarga.

Sodik menilai zakat, infak, dan sedekah dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut.

Ia juga menekankan bahwa ketahanan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan Indonesia.

Menurutnya, keluarga yang memiliki ketahanan kuat dapat menjadi fondasi untuk melahirkan generasi emas yang berakhlak mulia dan memiliki daya saing tinggi.

Baznas Siapkan Program Pengentasan Kemiskinan hingga Beasiswa Pendidikan

Untuk mendukung penguatan ketahanan keluarga, Baznas memiliki sejumlah program unggulan yang dapat dikolaborasikan dengan Wanita Syarikat Islam.

Salah satu program tersebut adalah Baznas Sigap Kemiskinan yang berfokus pada penanganan persoalan kemiskinan.

Selain itu, terdapat Baznas Tanggap Bencana yang menjadi bagian dari upaya penanganan dampak bencana terhadap masyarakat.

Pada sektor pendidikan, Baznas memiliki program Beasiswa Cendekia Baznas untuk mendukung akses pendidikan penerima manfaat.

Sementara itu, bidang kesehatan dan perlindungan sosial didukung melalui program Jaminan Sosial Baznas.

Program tersebut mencakup layanan kesehatan, Rumah Sehat Baznas, serta perlindungan bagi pekerja rentan.

Baznas juga memiliki program Rumah Layak Huni untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tempat tinggal keluarga penerima manfaat.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.

Baznas Buka Peluang Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Selain program bantuan sosial, Baznas membuka peluang kerja sama dalam pengembangan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu bentuknya adalah Permodalan Mikro Baznas yang dapat dikembangkan melalui masjid dan majelis taklim.

Program tersebut menjadi salah satu pilihan kolaborasi untuk mendukung kegiatan ekonomi keluarga.

Baznas juga memiliki program Balai Ternak dan Lumbung Pangan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan dan pangan.

Pada bidang infrastruktur dan kebutuhan dasar, tersedia program Rumah Terang Baznas serta Air Bersih Baznas.

Sementara itu, program Madrasah dan Pesantren Nyaman Belajar diarahkan untuk mendukung lingkungan pendidikan.

Peluang kerja sama lainnya mencakup Mualaf Center Baznas dan Bank Sampah Baznas.

"Berbagai program tersebut dapat dikembangkan bersama WSI dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di setiap daerah," ujarnya.

Sodik menjelaskan bahwa pelaksanaan program perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Wanita Syarikat Islam Didorong Bantu Pendataan Keluarga Mustahik

Baznas membuka peluang sinergi dengan Wanita Syarikat Islam melalui pengembangan 13 program unggulannya.

Kerja sama tersebut dapat dilakukan pada tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota.

Sodik mengatakan keterlibatan WSI diharapkan dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan dan bantuan sosial Baznas.

Selain itu, organisasi tersebut dapat membantu mengidentifikasi keluarga mustahik atau kelompok yang berhak menerima zakat.

Pendataan penerima manfaat dinilai penting agar program bantuan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan.

"Jadi, WSI bisa menjadi pintu masuk data dan usulan penerima manfaat hingga tingkat cabang. WSI dapat membantu mengusulkan keluarga mustahik," ucap Sodik Mudjahid.

Melalui kerja sama tersebut, Baznas berharap usulan penerima manfaat dapat dihimpun dari berbagai daerah sesuai kondisi masyarakat setempat.

Ketahanan Keluarga Dinilai Penting untuk Mewujudkan Generasi Emas

Sodik menilai keluarga Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fondasi dalam membentuk generasi yang memiliki akhlak baik dan kemampuan bersaing.

Baznas memandang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat berperan dalam mendukung kesejahteraan keluarga melalui program sosial dan pemberdayaan.

Karena itu, kerja sama dengan Wanita Syarikat Islam diarahkan untuk memperluas pelaksanaan program sesuai kebutuhan masyarakat di setiap daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu keluarga mustahik memperoleh akses terhadap bantuan dan program pemberdayaan yang tersedia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026