
Pantau - Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2026), untuk memenuhi panggilan Presiden, dengan perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengaruh El Nino, serta kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi menjadi sejumlah materi yang disiapkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pejabat yang hadir antara lain Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir.
Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, Arrmanatha tiba sekitar pukul 14.45 WIB tanpa memberikan keterangan kepada awak media mengenai agenda kedatangannya.
Setelah itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dan Mendagri Tito Karnavian juga tiba untuk memenuhi panggilan Presiden.
Faisal mengungkapkan bahwa BMKG telah menyiapkan sejumlah bahan pembahasan, terutama mengenai kondisi iklim dan potensi bencana yang perlu diantisipasi pemerintah.
Namun, hingga para pejabat tiba di Istana, belum ada penjelasan resmi mengenai keseluruhan agenda maupun keputusan yang akan dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Kepala BMKG Siapkan Laporan Karhutla dan Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai materi yang kemungkinan akan dibahas bersama Presiden.
Materi tersebut mencakup perkembangan kebakaran hutan dan lahan, langkah penanganan karhutla ke depan, serta kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Menurut Faisal, pembahasan mengenai kondisi cuaca dan iklim menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan karena Indonesia menghadapi perubahan pola musim hujan di sejumlah wilayah.
"Saya kira nanti akan ada banyak hal yang dibahas. Kami juga sudah menyiapkan banyak bahan, mulai dari perkembangan karhutla dan bagaimana penanganannya ke depan, kemudian persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi," kata Faisal.
BMKG juga menyiapkan informasi mengenai perkiraan datangnya musim hujan serta potensi dampaknya terhadap kondisi hidrometeorologi di Indonesia.
Faisal menjelaskan bahwa sejumlah persoalan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan di Istana Kepresidenan.
Ia menyatakan akan memberikan penjelasan lebih lanjut setelah rapat selesai dilaksanakan.
BMKG Prediksi Musim Hujan Mundur 20 hingga 30 Hari Akibat El Nino
BMKG memperkirakan musim hujan di sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemunduran sekitar dua hingga tiga dasarian.
Pergeseran tersebut setara dengan keterlambatan sekitar 20 hingga 30 hari dibandingkan perkiraan waktu datangnya musim hujan.
Menurut Faisal, kondisi tersebut diperkirakan berkaitan dengan pengaruh fenomena El Nino terhadap pola iklim di Indonesia.
BMKG memperkirakan sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.
Sementara itu, puncak musim hujan di sejumlah wilayah diprakirakan berlangsung pada Desember, Januari, hingga Februari.
Faisal menjelaskan bahwa meskipun sifat hujan diperkirakan berada dalam kategori normal, akumulasi curah hujan tetap berpotensi cukup besar.
Hal tersebut disebabkan oleh kemungkinan hujan berlangsung dalam durasi yang lebih pendek sehingga jumlah curah hujan dapat terkonsentrasi dalam periode tertentu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian BMKG dalam mempersiapkan langkah antisipasi terhadap potensi bencana yang berkaitan dengan curah hujan.
BMKG Ingatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi pada Akhir Tahun
Faisal mengingatkan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah menjelang akhir 2026 hingga awal 2027.
Peringatan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan perkiraan pergeseran musim hujan dan kemungkinan tingginya akumulasi curah hujan dalam waktu yang lebih singkat.
Menurut BMKG, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar pemerintah dapat mempersiapkan langkah penanganan terhadap potensi bencana.
Kesiapsiagaan menjadi perhatian terutama bagi wilayah yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember.
Selain itu, periode puncak musim hujan pada Desember hingga Februari juga menjadi bagian dari perhatian BMKG.
Faisal menegaskan bahwa persiapan menghadapi perubahan kondisi cuaca perlu dilakukan sebelum memasuki periode tersebut.
"Jadi, kita harus bersiap mulai sekarang.Namun, banyak hal yang akan dibahas. Saya juga akan memastikan kembali nanti setelah rapat selesai," kata Faisal.
Ia menyampaikan bahwa pembahasan mengenai kondisi cuaca, perkembangan karhutla, dan kesiapan menghadapi bencana masih akan dilanjutkan dalam pertemuan bersama Presiden.
Faisal juga menyatakan akan memastikan kembali hasil pembahasan setelah rapat di Istana Kepresidenan selesai.
Mendagri Tito Karnavian Mengaku Belum Mengetahui Agenda Pertemuan
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku belum mengetahui secara pasti agenda pertemuan bersama Presiden pada Senin sore.
Tito menyampaikan hal tersebut ketika awak media menanyakan tujuan kedatangannya ke Istana Kepresidenan.
"Saya belum tahu," jawab Tito singkat.
Tito tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Di sisi lain, Arrmanatha Christiawan Nasir yang tiba lebih awal sekitar pukul 14.45 WIB juga tidak memberikan keterangan kepada wartawan.
Dengan demikian, belum ada penjelasan dari para pejabat tersebut mengenai keseluruhan agenda pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan.
Hasil Pertemuan Presiden dengan Para Pejabat Masih Ditunggu
Kedatangan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan berlangsung di tengah persiapan pemerintah menghadapi perubahan kondisi cuaca menjelang akhir tahun.
BMKG telah menyiapkan bahan terkait perkembangan karhutla, langkah penanganannya, serta potensi bencana hidrometeorologi yang perlu diantisipasi.
Perkiraan kemunduran musim hujan selama 20 hingga 30 hari akibat pengaruh El Nino menjadi salah satu informasi yang disampaikan Kepala BMKG sebelum pertemuan.
Selain pergeseran musim hujan, potensi akumulasi curah hujan yang cukup besar dalam periode lebih singkat juga menjadi perhatian.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah seluruh materi yang disiapkan BMKG akan menjadi agenda utama pembahasan bersama Presiden.
Hingga keterangan para pejabat disampaikan, belum terdapat pengumuman mengenai keputusan maupun tindak lanjut yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan akan memberikan kepastian lebih lanjut setelah rapat di Istana Kepresidenan selesai dilaksanakan.
- Penulis :
- Arian Mesa




