
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan uji coba tahap kedua Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SD Al Iqro Mataram yang melibatkan 123 siswa dan enam guru.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Mataram, M Rizky Prasetyo, mengatakan sebanyak 129 porsi makanan disiapkan untuk siswa kelas 5 dan kelas 6 beserta guru yang mengikuti kegiatan tersebut.
"Sebanyak 129 porsi itu, untuk kelas 5 sebanyak 61 siswa dan 3 guru, sedangkan kelas 6 sebanyak 62 siswa dan 3 guru," kata Rizky di Mataram, Selasa.
Uji coba MBG dengan metode prasmanan tahap kedua tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 6 November 2026 dengan melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram Selaparang Karang Baru 2 sebagai penyedia dan penyalur makanan.
SD Al Iqro Mataram tercatat sebagai sekolah pertama di Kota Mataram sekaligus di wilayah NTB yang menerapkan skema uji coba Program MBG menggunakan metode prasmanan.
Penerapan MBG Prasmanan Harus Melalui Verifikasi Tim Pusat
Rizky menjelaskan bahwa penerapan Program MBG dengan metode prasmanan tidak dapat dilakukan secara langsung oleh sekolah maupun SPPG tanpa melalui mekanisme pengajuan dan persetujuan dari tim pusat.
Setiap SPPG yang ingin menerapkan sistem penyajian prasmanan wajib mengajukan permohonan terlebih dahulu sebelum mendapatkan izin pelaksanaan.
Setelah permohonan diterima, tim pusat akan melakukan verifikasi untuk memastikan kesiapan sarana, peralatan, serta pemenuhan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Proses verifikasi tersebut menjadi persyaratan penting untuk memastikan penyelenggaraan MBG prasmanan memenuhi ketentuan operasional dan standar keamanan pangan.
Selama masa uji coba di SD Al Iqro Mataram, SPPG yang bertanggung jawab terhadap penyediaan makanan juga diwajibkan melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin.
Hasil pemantauan dan evaluasi tersebut harus dilaporkan setiap hari kepada pimpinan di tingkat pusat hingga masa uji coba berakhir pada 6 November 2026.
Kewajiban pelaporan harian menjadi bagian dari mekanisme pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
BGN Tekankan Keamanan Pangan dan Kebersihan Penyajian
Rizky menegaskan bahwa penerapan MBG dengan metode prasmanan harus memperhatikan sejumlah aspek penting, terutama keamanan pangan, kebersihan, dan standar operasional penyajian makanan.
Salah satu persyaratan utama yang harus dipenuhi adalah pengendalian suhu makanan agar hidangan tetap berada dalam kondisi yang memenuhi standar keamanan pangan saat disajikan kepada penerima manfaat.
Selain suhu makanan, penyelenggara wajib memperhatikan waktu penyajian agar proses pelayanan kepada siswa dan guru berlangsung sesuai dengan ketentuan operasional.
Aspek higienitas dan sanitasi juga menjadi perhatian utama, termasuk kebersihan peralatan, lokasi penyajian, serta penanganan makanan sebelum dikonsumsi.
Penyelenggara turut diwajibkan memastikan keamanan porsi makanan dan mekanisme penyaluran agar pembagian makanan kepada penerima manfaat berjalan sesuai dengan ketentuan.
Pelabelan makanan serta pemeriksaan sebelum penyaluran juga menjadi bagian dari prosedur keamanan yang harus diterapkan dalam sistem prasmanan.
Rizky menekankan pentingnya tindakan cepat apabila ditemukan potensi ketidaksesuaian dalam proses penyediaan maupun pendistribusian makanan.
"Selain itu penggunaan pelabelan dan pemeriksaan sebelum penyaluran, penanganan cepat terhadap potensi ketidaksesuaian di lapangan," katanya.
Seluruh persyaratan tersebut menjadi bagian dari pengawasan pelaksanaan MBG prasmanan untuk menjaga keamanan makanan yang diberikan kepada siswa dan guru.
Sekolah Lain Bisa Mengajukan MBG Prasmanan
BGN Kota Mataram membuka kesempatan bagi sekolah lain yang berminat menerapkan Program MBG menggunakan sistem prasmanan dengan tetap mengikuti prosedur pengajuan dan verifikasi yang berlaku.
Rizky menjelaskan bahwa sekolah yang ingin menerapkan metode tersebut dapat menyampaikan permohonan secara tertulis kepada SPPG yang melayani wilayah sekolah masing-masing.
Setelah menerima surat permohonan, SPPG akan meneruskan pengajuan tersebut kepada tim pusat untuk menjalani proses verifikasi lanjutan.
"Selanjutnya, pihak SPPG akan meneruskannya ke tim pusat untuk proses verifikasi lanjutan," kata Rizky.
Persetujuan penerapan MBG prasmanan di sekolah lain akan bergantung pada hasil pemeriksaan tim pusat, terutama mengenai kesiapan peralatan, pemenuhan SOP, serta standar keamanan dan operasional penyajian makanan.
Dengan demikian, sekolah yang mengajukan permohonan belum dapat langsung menerapkan metode prasmanan sebelum seluruh persyaratan dinyatakan memenuhi ketentuan.
Sementara itu, pelaksanaan uji coba tahap kedua di SD Al Iqro Mataram akan terus disertai pemantauan, pelaporan harian, dan evaluasi hingga 6 November 2026.
- Penulis :
- Shila Glorya




