HOME  ⁄  Nasional

El Niño Ancam Produksi Pangan Nasional, Anggota DPR Riyono Desak Bulog Mitigasi 86 Daerah Defisit Pangan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

El Niño Ancam Produksi Pangan Nasional, Anggota DPR Riyono Desak Bulog Mitigasi 86 Daerah Defisit Pangan
Foto: Anggota Komisi IV DPR RI Riyono.

Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Riyono meminta Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) segera melakukan mitigasi terhadap 86 daerah defisit pangan yang berpotensi mengalami lonjakan harga akibat ancaman penurunan produksi pertanian selama fenomena El Niño.

Riyono menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional harus dijaga melalui penguatan ketersediaan, distribusi, cadangan, serta kemudahan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan di tengah ancaman kekeringan akibat cuaca ekstrem.

Menurutnya, meskipun El Niño berpotensi menekan produksi pertanian nasional, cadangan pangan yang tersedia saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat untuk beberapa bulan mendatang.

DPR Perkirakan Cadangan Pangan Nasional Cukup hingga 10 Bulan

Riyono menjelaskan bahwa Komisi IV DPR RI terus mengawasi dampak fenomena El Niño terhadap produksi pertanian, khususnya untuk mengetahui besaran penurunan hasil panen dan pengaruhnya terhadap stabilitas stok pangan nasional.

Ia menilai pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan penurunan produksi hingga 20 persen agar kondisi tersebut tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Bagaimana dengan kondisi musim El Nino yang cukup keras ini, tentu kemungkinan adanya penurunan produksi pasti ada, tetapi tentu kita akan mengikuti sejauh mana kemudian penurunan ini sampai di angka berapa persen. Katakanlah misalkan sampai angka 20 persen pun untuk saat ini dengan cadangan pangan nasional yang kita miliki, ini masih cukup untuk kebutuhan minimal 5-10 bulan ke depan,” ujar Riyono melalui pesan suara yang disampaikan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Riyono menilai cadangan pangan nasional masih memadai meskipun terdapat risiko penurunan produksi akibat kekeringan.

Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap perkembangan produksi dan distribusi pangan agar potensi gangguan pasokan dapat diantisipasi sejak dini.

Bulog dan Bapanas Diminta Antisipasi Lonjakan Harga di 86 Daerah

Riyono secara khusus meminta Bulog dan Bapanas memprioritaskan mitigasi terhadap 86 daerah yang masuk kategori defisit pangan karena memiliki ketergantungan terhadap pasokan dari wilayah lain.

Menurut legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, daerah yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri berisiko mengalami kenaikan harga lebih tinggi dibandingkan wilayah sentra produksi.

“Oleh karena itu, Komisi IV meminta kepada Bulog dan sekaligus juga kepada Badan Pangan Nasional memitigasi potensi-potensi daerah, 86 daerah yang masuk kategori daerah dengan kategori defisit pangan karena dia tidak bisa menghasilkan pangan kalau dia tidak mendapatkan pasokan dari luar pulau,” tegasnya.

Ketergantungan terhadap distribusi pangan antarpulau menjadi salah satu perhatian karena gangguan pasokan dapat memengaruhi ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di daerah defisit.

Karena itu, Riyono menekankan perlunya langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan masyarakat di wilayah tersebut tetap memperoleh akses pangan.

Kesejahteraan Petani Lokal Harus Menjadi Perhatian Pemerintah

Selain menyoroti ketersediaan stok dan distribusi pangan, Riyono meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan petani lokal, terutama mereka yang berada di wilayah perdesaan.

Ia menilai kesejahteraan petani merupakan salah satu tolok ukur penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya ketika sektor pertanian menghadapi ancaman kekeringan berkepanjangan.

“Ini menjadi sangat penting karena daerah-daerah inilah yang memunculkan potensi kenaikan-kenaikan harga yang lebih besar dibanding dengan daerah-daerah produksi pangan. Oleh karena itu, petani lokal sebagai petani yang menjadi tolok ukur utama, kesejahteraan petani di wilayah perdesaan itu yang harus menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya.

Riyono menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap daerah defisit pangan dan petani lokal agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ancaman penurunan produksi akibat El Niño.

Dengan cadangan pangan yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama lima hingga sepuluh bulan, upaya mitigasi di 86 daerah defisit pangan menjadi salah satu perhatian Komisi IV DPR RI dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026