HOME  ⁄  Geopolitik

Lebih dari 140 Ribu Gen Z Jerman Daftar Demo Serentak di 23 Kota, Tolak Pemangkasan Anggaran dan Rencana Wajib Militer

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lebih dari 140 Ribu Gen Z Jerman Daftar Demo Serentak di 23 Kota, Tolak Pemangkasan Anggaran dan Rencana Wajib Militer
Foto: (Sumber :Polisi menghalau beberapa pengunjuk rasa selama aksi Hari Buruh Internasional di dekat stasiun metro Sudstern di Berlin, Jerman, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Anadolu/Halil Sağırkaya/aa..)

 

Pantau - Lebih dari 140.000 pelajar dan generasi muda di Jerman telah mendaftar secara daring untuk mengikuti demonstrasi serentak di 23 kota pada Sabtu (31/10/2026) guna memprotes pemangkasan anggaran pendidikan dan sosial, kenaikan biaya hidup, serta rencana pemerintah terkait wajib militer.

Aksi tersebut diinisiasi kelompok Gen Z steht auf atau Gen Z Bangkit dengan mengusung slogan "Masa depan kita ada di tangan kita."

Demonstrasi dijadwalkan dimulai pukul 14.00 waktu setempat atau 20.00 WIB.

Penyelenggara menyebut aksi utama akan berlangsung di Berlin, Hamburg, Munich, Frankfurt, dan Cologne, serta diikuti kegiatan serupa di 18 kota lainnya.

Lebih dari 140 Ribu Anak Muda Mendaftar Demonstrasi

Berdasarkan data pendaftaran daring yang dilaporkan penyelenggara, Cologne menjadi kota dengan jumlah peserta terdaftar terbanyak, yakni lebih dari 12.000 orang.

Frankfurt menyusul dengan hampir 11.000 pendaftar, sedangkan Hamburg dan Berlin masing-masing mencatat lebih dari 8.000 orang.

Sementara itu, jumlah pendaftar di Munich mendekati 7.000 orang.

Jumlah tersebut merupakan angka pendaftaran daring, bukan jumlah peserta yang telah dipastikan hadir di lokasi demonstrasi.

Melalui aksi serentak ini, kelompok Gen Z Bangkit ingin menyampaikan tuntutan agar generasi muda dilibatkan dalam pengambilan kebijakan yang memengaruhi masa depan mereka.

"Kami adalah kaum muda yang tidak ingin lagi hanya menonton saat keputusan mengenai masa depan kami diambil tanpa melibatkan suara kami. 31 Oktober hanyalah permulaan," kata pihak penyelenggara.

Gen Z Jerman Soroti Pendidikan, Biaya Hidup, dan Wajib Militer

Dalam dokumen pernyataan sikapnya, kelompok Gen Z Bangkit mengkritik kebijakan penghematan anggaran yang dinilai dapat merugikan generasi muda.

Mereka menyerukan peningkatan investasi pemerintah pada sektor pendidikan, jaminan sosial, dan layanan kesehatan.

Kelompok tersebut juga menuntut kebijakan yang mendukung keterjangkauan biaya hidup di tengah meningkatnya tekanan ekonomi.

Selain persoalan anggaran, rencana pemerintah Jerman terkait wajib militer menjadi salah satu isu utama yang akan disuarakan dalam demonstrasi.

Penyelenggara menegaskan bahwa keputusan mengenai masa depan generasi muda seharusnya melibatkan aspirasi kelompok usia tersebut.

Salah satu penggagas Gen Z Bangkit, Akram Selo, menyatakan bahwa demonstrasi akan diselenggarakan secara damai.

Ia juga menegaskan bahwa kelompoknya menolak segala bentuk kekerasan selama aksi berlangsung.

Polisi Jerman Siapkan Pengamanan di Sejumlah Kota

Menjelang demonstrasi pada 31 Oktober, aparat keamanan Jerman dilaporkan telah menyiapkan langkah pengamanan di berbagai wilayah.

Tabloid Bild, mengutip sumber keamanan, melaporkan bahwa kepolisian di seluruh negeri telah menerima perintah pengerahan personel dan menetapkan sejumlah lokasi pengamanan khusus.

Ratusan petugas disiapkan untuk berjaga di lapangan, terutama pada titik-titik yang dinilai rawan gangguan keamanan.

Di sejumlah kota besar, aparat juga menyiapkan kendaraan lapis baja dan mobil meriam air.

Pemantauan demonstrasi direncanakan menggunakan helikopter serta pesawat nirawak kepolisian apabila diperlukan.

Menurut laporan tersebut, aparat turut menyiapkan langkah untuk mencegat kelompok ekstremis yang berpotensi melakukan kekerasan di stasiun kereta api.

Kelompok yang dinilai berisiko menimbulkan kerusuhan akan dipisahkan dari peserta demonstrasi lainnya.

Meski pengamanan disiapkan secara luas, penyelenggara Gen Z Bangkit tetap menegaskan komitmennya untuk menggelar aksi secara damai.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026