
Pantau - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara mempercepat restrukturisasi PTPN I untuk memperkuat kondisi keuangan, menata portofolio usaha, dan meningkatkan kemampuan ekspansi bisnis dengan target pelaksanaan restrukturisasi pada 1 Januari 2027.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan restrukturisasi diarahkan untuk memastikan seluruh perusahaan dalam PTPN Group memiliki kondisi keuangan yang sehat.
Langkah tersebut mencakup penataan aset, pembenahan struktur pembiayaan, serta penguatan sinergi antarentitas dalam grup perkebunan milik negara itu.
“Intinya kita ingin semuanya sehat. PTPN I sehat, PTPN IV sehat, SugarCo-nya sehat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengekspansi bisnisnya,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Denpasar, Bali, Rabu (28/10/2026).
Kinerja PTPN I Membaik, EBITDA Positif Rp1,9 Triliun
Dony mengungkapkan bahwa perbaikan kondisi keuangan PTPN I mulai menunjukkan hasil melalui pencapaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) positif sebesar Rp1,9 triliun.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perbaikan kinerja perusahaan di tengah proses penataan bisnis PTPN Group.
Sinergi dengan PalmCo juga disebut menjadi faktor pendukung dalam memperkuat kondisi keuangan grup.
Menurut Dony, restrukturisasi tidak hanya bertujuan memperbaiki laporan keuangan, tetapi juga membangun kemampuan perusahaan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Karena itu, penataan dilakukan terhadap aset, pembiayaan, dan kerja sama antarperusahaan dalam PTPN Group.
Danantara Siapkan Skema Transaksi Nontunai untuk Kurangi Beban
Salah satu pendekatan restrukturisasi yang disiapkan adalah penggunaan transaksi nontunai atau non-cash untuk membantu mengurangi beban perusahaan.
Skema tersebut mencakup inovasi transaksi melalui mekanisme set-off atau perjumpaan kewajiban.
Selain pembenahan pembiayaan, BP BUMN dan Danantara juga mendorong penguatan tata kelola investasi.
Penguatan tersebut ditujukan agar setiap keputusan bisnis dilakukan secara terukur dan mendukung keberlanjutan perusahaan.
Dony menegaskan bahwa restrukturisasi harus menghasilkan perbaikan nyata pada kondisi perusahaan, bukan sekadar perubahan struktur organisasi atau kepemilikan.
“Saya tidak mungkin membiarkan ada perusahaan yang rugi karena konsep penataan seluruh perusahaan ini kan justru menjadikan perusahaan ini solid semua, sehat-sehat semua. Nanti performance manajemennya juga sama,” ujar Dony.
PTPN I Fokus Tingkatkan Produktivitas Karet, Teh, dan Kopi
Di bidang operasional, PTPN I menyiapkan program peningkatan produktivitas sejumlah komoditas unggulan.
Komoditas yang menjadi perhatian utama dalam program tersebut adalah karet, teh, dan kopi.
Peningkatan produktivitas diharapkan mendukung penguatan fundamental bisnis setelah restrukturisasi dilaksanakan.
BP BUMN dan Danantara menargetkan restrukturisasi bisnis PTPN I terlaksana pada 1 Januari 2027.
Setelah tahapan tersebut, perusahaan akan melanjutkan langkah perbaikan operasional untuk meningkatkan daya saing.
Melalui penataan ini, seluruh entitas PTPN Group diharapkan memiliki fondasi keuangan yang lebih kuat, tata kelola investasi yang terukur, serta kemampuan melakukan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




