HOME  ⁄  Ekonomi

PalmCo Tebar 60 Ribu Bibit Ikan di 12 Sungai Riau untuk Pulihkan Ekosistem dan Perkuat Ketahanan Pangan Warga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PalmCo Tebar 60 Ribu Bibit Ikan di 12 Sungai Riau untuk Pulihkan Ekosistem dan Perkuat Ketahanan Pangan Warga
Foto: (Sumber :PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menebar 60 ribu bibit ikan baung dan nila di 12 sungai wilayah Riau, Pulau Sumatera. ANTARA/HO-PTPN IV PalmCo.)

Pantau - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menebar 60 ribu bibit ikan baung dan nila di 12 sungai di Provinsi Riau untuk memperkuat ekosistem perairan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat sekitar.

Penebaran bibit ikan tersebut dilakukan secara serentak melalui salah satu regional perusahaan di sungai-sungai yang berbatasan langsung dengan kawasan operasional pabrik kelapa sawit (PKS).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.

"Kami melepasliarkan sedikitnya 60 ribu bibit ikan air tawar jenis baung dan nila ke belasan sungai yang mengalir di wilayah Riau, Sumatera," kata Jatmiko sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 12 Sungai di Riau Terima Ribuan Bibit Ikan

Jatmiko menjelaskan bahwa program penebaran kembali bibit ikan atau restocking dilakukan untuk membantu memulihkan populasi ikan air tawar di sungai.

Sebanyak 60 ribu bibit ikan didistribusikan ke 12 titik sungai yang berada di sekitar kawasan operasional perusahaan.

"Secara teknis, setiap titik lokasi sungai menerima alokasi pelepasan sekitar 5.000 bibit ikan," ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PTPN IV PalmCo yang berfokus pada pelestarian ekosistem perairan.

Menurut Jatmiko, perlindungan lingkungan sungai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan bisnis perusahaan.

“Menjaga ekosistem perairan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari cara kami beroperasi," tuturnya.

Sepanjang 2026, jumlah bibit ikan yang telah ditebar PTPN IV PalmCo di wilayah Riau tercatat mencapai 70 ribu ekor, termasuk penebaran terbaru sebanyak 60 ribu ekor.

Ikan Baung dan Nila Dipilih Berdasarkan Kondisi Lingkungan

PTPN IV PalmCo memilih ikan baung dan nila dengan mempertimbangkan kesesuaian ekologis serta potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ikan nila dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik di lingkungan sungai dan tingkat kelangsungan hidup yang relatif tinggi.

Sementara itu, ikan baung merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal luas oleh masyarakat Riau dan memiliki nilai jual kompetitif di pasar tradisional.

Pemilihan kedua jenis ikan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga sumber daya perikanan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang tinggal di sekitar sungai.

Program ini juga melibatkan masyarakat pesisir sungai serta perangkat pemerintahan desa dan kecamatan setempat.

Keterlibatan warga sejak tahap penebaran bertujuan membangun pengawasan lingkungan secara bersama-sama dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai.

PalmCo Jalankan Penanaman 1,5 Juta Pohon

Selain menjaga ekosistem perairan, PTPN IV PalmCo menjalankan program penghijauan melalui gerakan penanaman 1,5 juta pohon.

Penanaman difokuskan pada kawasan bernilai konservasi tinggi, terutama daerah aliran sungai (DAS) dan sempadan sungai.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kelestarian lingkungan darat dan perairan di sekitar wilayah operasional perkebunan kelapa sawit.

Jatmiko berharap masyarakat turut menjaga kualitas air sungai dan menghindari penggunaan metode penangkapan ikan yang merusak lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan program penebaran bibit ikan tidak hanya bergantung pada jumlah ikan yang dilepaskan, tetapi juga pada kondisi sungai setelah kegiatan berlangsung.

"Jika sungai dibiarkan sehat dan terawat, populasi baung dan nila tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan maupun nilai tambah ekonomi masyarakat sekitar pada masa mendatang," kata Jatmiko.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026