
Pantau - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau sejumlah proyek pembangunan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Laut di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/10/2026), untuk memastikan pengerjaan kapal perang, kapal selam, dan teknologi pertahanan maritim berjalan lancar serta maksimal.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertahanan memperkuat modernisasi kekuatan TNI Angkatan Laut melalui pembangunan dan pengembangan alutsista yang dikerjakan industri pertahanan dalam negeri.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan sejumlah proyek strategis menjadi perhatian Menteri Pertahanan selama melakukan kunjungan ke fasilitas PT PAL Indonesia.
Penjelasan tersebut disampaikan Muhammad Ali saat ditemui di KRI Sriwijaya-100 yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/10/2026).
Menurut Ali, proyek yang ditinjau meliputi pembangunan kapal Fregat Merah Putih, kapal selam Scorpene, kapal selam tanpa awak atau KSOT, serta kapal permukaan tanpa awak atau Unmanned Surface Vehicle (USV).
"Ada beberapa yang dilihat seperti pembangunan kapal Fregat Merah Putih, kemudian kapal selam Scorpene, kemudian ada lagi kapal selam tanpa awak atau KSOT, ada lagi pembangunan kapal USV (Unmmaned Surface Vehicle) dan lain-lain," kata Muhammad Ali.
Menhan Pantau Pembangunan Fregat Merah Putih dan Kapal Selam Scorpene
Kapal Fregat Merah Putih menjadi salah satu proyek pembangunan kapal perang yang mendapat perhatian Menteri Pertahanan dalam kunjungannya ke PT PAL Indonesia.
Proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan alutsista untuk mendukung modernisasi kemampuan operasional TNI Angkatan Laut.
Selain kapal fregat, Sjafrie juga memantau pembangunan kapal selam Scorpene yang menjadi salah satu proyek strategis industri pertahanan maritim nasional.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan perkembangan pengerjaan berbagai kapal yang dipersiapkan guna memperkuat kemampuan pertahanan laut Indonesia.
Kunjungan tersebut juga mencakup pengembangan kapal selam tanpa awak atau KSOT yang dirancang sebagai wahana bawah air tanpa awak manusia di dalamnya.
Selain teknologi bawah air, Menteri Pertahanan turut meninjau pembangunan USV yang merupakan wahana permukaan laut tanpa awak.
Pengembangan kedua jenis wahana tersebut menjadi bagian dari kegiatan teknologi pertahanan maritim yang sedang ditangani PT PAL Indonesia.
Dengan demikian, proyek yang dipantau Menteri Pertahanan tidak hanya mencakup pembangunan kapal perang berawak, tetapi juga pengembangan sistem kapal tanpa awak.
Menhan Sjafrie Kunjungi Sejumlah Industri Pertahanan Nasional
KSAL Muhammad Ali menjelaskan bahwa kunjungan kerja Menteri Pertahanan tidak hanya dilakukan ke PT PAL Indonesia di Surabaya.
Sjafrie juga mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) serta sejumlah perusahaan industri pertahanan nasional lainnya.
Kunjungan ke berbagai perusahaan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan proyek pembangunan dan pengembangan alutsista yang dikerjakan industri pertahanan dalam negeri.
Muhammad Ali menyambut positif perhatian langsung Menteri Pertahanan terhadap pelaksanaan berbagai proyek strategis tersebut.
Menurutnya, kunjungan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja perusahaan pertahanan nasional dalam menyelesaikan pekerjaan yang sedang berlangsung.
Perhatian pemerintah terhadap industri pertahanan juga diharapkan memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan modernisasi alutsista TNI.
Selain memastikan perkembangan pembangunan kapal baru, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperhatikan kesiapan industri dalam menangani pekerjaan peningkatan teknologi kapal yang sudah beroperasi.
KSAL Tunggu Kesiapan PT PAL untuk Retrofit KRI Sriwijaya-100
Di tengah pelaksanaan berbagai proyek pembangunan alutsista, KSAL Muhammad Ali turut menyoroti rencana peningkatan teknologi atau retrofit KRI Sriwijaya-100.
Pekerjaan retrofit merupakan proses pembaruan atau peningkatan teknologi dan sistem pada kapal yang sudah ada untuk mendukung kemampuan operasionalnya.
Muhammad Ali berharap kunjungan Menteri Pertahanan dapat memperkuat komitmen PT PAL Indonesia dalam mempersiapkan pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Namun, ia mengungkapkan bahwa PT PAL saat ini masih menangani sejumlah proyek pembangunan alutsista sehingga aktivitas perusahaan cukup padat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kesiapan perusahaan untuk memulai pekerjaan peningkatan teknologi KRI Sriwijaya-100.
"Sekarang kegiatannya cukup padat PT PAL. Makanya kita menunggu kesiapan PT PAL untuk me-retrofit KRI Sriwijaya ini," jelas Muhammad Ali.
Berdasarkan penjelasan KSAL, pelaksanaan retrofit KRI Sriwijaya-100 masih menunggu kesiapan PT PAL Indonesia.
Hingga saat ini, belum disebutkan jadwal pasti dimulainya pekerjaan peningkatan teknologi kapal tersebut.
Modernisasi Alutsista TNI AL Jadi Perhatian Kementerian Pertahanan
Kunjungan Menteri Pertahanan ke PT PAL Indonesia menjadi bagian dari pemantauan terhadap berbagai proyek pembangunan alutsista yang dipersiapkan untuk memperkuat TNI Angkatan Laut.
Pembangunan Fregat Merah Putih dan kapal selam Scorpene menjadi bagian dari kegiatan pengembangan kapal perang yang sedang ditangani industri pertahanan nasional.
Sementara itu, pengembangan KSOT dan USV menunjukkan adanya proyek teknologi wahana tanpa awak dalam kegiatan pembangunan alutsista maritim.
Selain pembangunan kapal baru, peningkatan teknologi kapal yang sudah ada melalui pekerjaan retrofit juga menjadi perhatian TNI Angkatan Laut.
PT PAL Indonesia diharapkan dapat terus menjalankan proyek pembangunan alutsista sekaligus mempersiapkan kapasitas untuk menangani peningkatan teknologi KRI Sriwijaya-100.
Melalui kunjungan pada 27 Oktober 2026 tersebut, Menteri Pertahanan berupaya memastikan kelancaran pelaksanaan proyek alutsista sekaligus mendorong kinerja industri pertahanan dalam negeri.
Pengawasan terhadap pembangunan kapal perang, kapal selam, dan teknologi maritim tanpa awak diharapkan dapat mendukung modernisasi peralatan militer serta memperkuat kemampuan pertahanan laut Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya




