
Pantau - Awak kapal PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran pasokan minyak mentah ke Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalui pengoperasian kapal tunda dan fasilitas tambat kapal tanker di perairan lepas pantai.
Salah satu petugas yang menjalankan tugas tersebut adalah Maman Suherman, nakhoda kapal tunda Transko Dara 3218 yang bertanggung jawab membantu pergerakan kapal tanker serta mendukung aktivitas operasional fasilitas laut.
Pada Kamis (22/10/2026), Maman menjalankan tugas menuju fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 35.000 deadweight tonnage (DWT) yang menjadi salah satu simpul penting dalam penyaluran minyak mentah ke Kilang Balongan.
Fasilitas SPM digunakan sebagai titik tambat kapal tanker di laut sehingga kegiatan penyaluran minyak mentah menuju fasilitas kilang dapat berlangsung.
Kelancaran operasional fasilitas tersebut bergantung pada kesiapan kapal pendukung, kondisi perairan, serta koordinasi awak kapal dengan petugas pelabuhan.
Maman Suherman Kendalikan Kapal Tunda Menuju Fasilitas Lepas Pantai
Maman Suherman merupakan pelaut berusia 57 tahun asal Kuningan, Jawa Barat, yang bertugas mengoperasikan kapal Transko Dara 3218.
Pada Kamis siang, sekitar pukul 13.34 WIB, Maman bersiap meninggalkan kawasan Terminal Khusus Kilang Balongan untuk menuju fasilitas SPM.
Sebelum kapal bergerak, Maman terlebih dahulu berkomunikasi dengan petugas pelabuhan menggunakan telepon kabel untuk memastikan kesiapan pelayaran.
“Kapal mulai bergerak, menuju SPM 35.000 (deadweight tonnage/DWT). Bergerak perlahan meninggalkan jetty,” tuturnya saat menyampaikan informasi pergerakan kapal.
Setelah mendapatkan koordinasi operasional, Maman mulai mengendalikan kapal melalui tuas kemudi sambil memantau panel navigasi.
Kapal Transko Dara 3218 kemudian bergerak meninggalkan kawasan dermaga menuju perairan yang lebih terbuka.
Dalam menjalankan tugasnya, Maman harus memperhatikan arah pergerakan kapal, kondisi laut, serta aktivitas pelayaran di sekitar kawasan kilang.
Pengoperasian kapal tunda menjadi bagian penting dari kegiatan maritim yang mendukung proses penerimaan bahan baku minyak mentah di Kilang Balongan.
Kapal Transko Dara 3218 Dilengkapi Sistem Manuver 360 Derajat
Kapal Transko Dara 3218 merupakan kapal tunda milik PT Pertamina Trans Kontinental yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional maritim di kawasan Kilang Balongan.
Kapal tersebut memiliki panjang 33,36 meter, lebar 11 meter, serta tonase kotor sebesar 465 gross tonnage (GT).
Untuk menunjang kemampuan manuver, Transko Dara 3218 dilengkapi sistem azimuth stern drive (ASD).
Sistem tersebut memungkinkan unit pendorong kapal berputar hingga 360 derajat sehingga kapal dapat bergerak lebih fleksibel di perairan terbatas.
Kemampuan manuver tersebut diperlukan ketika kapal tunda membantu kapal tanker berukuran besar mendekati tempat tambat maupun meninggalkan kawasan pelabuhan.
Selain membantu proses sandar kapal tanker, Transko Dara 3218 juga digunakan untuk mengangkut personel menuju fasilitas operasional lepas pantai.
Salah satu tujuan pelayaran kapal tersebut adalah fasilitas SPM yang berada di perairan sekitar Kilang Balongan.
Sebelum mendekati SPM, kapal tunda dapat menuju area labuh siaga yang berjarak sekitar 10 hingga 15 mil laut dari fasilitas tersebut.
Dari area tersebut, pergerakan kapal selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kondisi perairan.
Fasilitas SPM Berperan Penting dalam Pasokan Minyak Mentah
Fasilitas Single Point Mooring menjadi salah satu bagian penting dalam sistem penerimaan minyak mentah yang akan diproses di Kilang Balongan.
Melalui fasilitas tersebut, kapal tanker dapat melakukan kegiatan tambat untuk mendukung penyaluran minyak mentah menuju fasilitas pengolahan.
Kegiatan ini membutuhkan dukungan kapal tunda dan petugas maritim agar proses sandar maupun pembongkaran muatan dapat berlangsung sesuai kebutuhan operasional.
Gangguan pada proses penambatan kapal berpotensi memengaruhi kegiatan pembongkaran minyak mentah yang menjadi bahan baku produksi kilang.
Peran awak kapal pendukung karena itu tidak hanya terbatas pada pengoperasian transportasi laut, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran rantai pasok energi.
Aktivitas tersebut berlangsung sebelum minyak mentah diolah menjadi berbagai produk bahan bakar di fasilitas kilang.
Kapal Tanker PIS Cinta Lakukan Pemuatan Avtur di Kilang Balongan
Selain kegiatan kapal tunda menuju SPM, aktivitas maritim di kawasan Kilang Balongan juga melibatkan kapal tanker pengangkut produk bahan bakar.
Pada Kamis (22/10/2026), kapal tanker PIS Cinta terlihat bersandar di dermaga khusus kawasan kilang.
Kapal tersebut memiliki kapasitas angkut sebesar 2.000 metrik ton dan sedang menjalankan kegiatan pemuatan avtur.
Avtur yang dimuat kapal PIS Cinta diperuntukkan bagi kebutuhan penerbangan.
Aktivitas pemuatan tersebut menunjukkan bahwa kawasan maritim Kilang Balongan mendukung kegiatan penerimaan bahan baku sekaligus distribusi produk energi.
Kapal tunda dan kapal tanker menjalankan fungsi berbeda, tetapi keduanya menjadi bagian dari rangkaian operasional di kawasan kilang.
Kegiatan kapal tanker membutuhkan dukungan fasilitas pelabuhan dan kesiapan personel agar proses pemuatan maupun pembongkaran dapat berjalan.
Awak Kapal Jadi Bagian Penting Rantai Pasok Energi Nasional
Operasional kapal tunda seperti Transko Dara 3218 memperlihatkan peran tenaga maritim dalam mendukung kelancaran pasokan energi dari laut menuju fasilitas pengolahan.
Para awak kapal bertugas membantu pergerakan tanker, mengangkut petugas operasional, serta mendukung kegiatan di fasilitas lepas pantai.
Pekerjaan tersebut menuntut kemampuan navigasi, penguasaan sistem kapal, dan koordinasi dengan petugas pelabuhan.
Di Kilang Balongan, kelancaran aktivitas laut berkaitan langsung dengan kesiapan fasilitas untuk menerima minyak mentah sebagai bahan baku pengolahan.
Keberadaan kapal pendukung menjadi salah satu unsur yang memungkinkan kegiatan penambatan dan pembongkaran muatan tanker terlaksana.
Bagi Maman Suherman, pelayaran menuju fasilitas SPM merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari yang harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi operasional di perairan.
Melalui tugas tersebut, awak kapal PT Pertamina Trans Kontinental turut mendukung keberlangsungan kegiatan maritim yang menjadi bagian dari sistem pasokan energi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




