
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur memperkuat dukungan terhadap Palang Merah Indonesia (PMI) melalui program Bulan Dana PMI 2026 guna meningkatkan pelayanan sosial, penanggulangan bencana, dan berbagai kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan bahwa keberhasilan penggalangan dana tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh jajaran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.
"Kegiatan Bulan Dana PMI ini bukan sekadar pengumpulan dana biasa, melainkan bentuk kepedulian sosial kita bersama untuk membantu sesama," kata Munjirin di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bulan Dana PMI 2026 pada Rabu (28/10/2026).
Wali Kota Minta Camat dan Lurah Aktif Dukung Bulan Dana PMI
Munjirin mengatakan PMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan dan penanganan kebencanaan.
Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi agar pelaksanaan penggalangan dana berjalan optimal.
"Saya meminta kepada seluruh jajaran camat, lurah, hingga unit-unit kerja terkait untuk terus bergerak aktif, memperkuat kolaborasi, dan memastikan seluruh potensi penggalangan dana tergarap dengan baik dan transparan," jelas Munjirin.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, PMI, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan layanan kemanusiaan.
Rapat evaluasi tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Timur untuk memantau perkembangan pelaksanaan program penggalangan dana.
PMI Jakarta Timur Pastikan Penggalangan Dana Bersifat Sukarela
Ketua PMI Jakarta Timur Bambang Pangestu Aldriyan menyampaikan bahwa seluruh unit terkait telah menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Bulan Dana PMI 2026.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat serta jajaran pemerintah daerah.
"Secara garis besar, unit terkait, baik kelurahan, kecamatan, maupun unit-unit lainnya siap untuk menyukseskan Bulan Dana PMI. Memang penggalangan ini dilakukan secara sukarela, tetapi potensi-potensi yang ada terus kita gali agar target tersebut bisa tercapai," jelas Bambang.
Bambang menegaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh potensi penggalangan dana dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan prinsip kesukarelaan.
PMI Jakarta Timur juga terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Bulan Dana PMI merupakan kegiatan resmi yang dilaksanakan sesuai ketentuan.
Penggalangan Dana PMI Berakhir November 2026
Bambang menyatakan optimisme bahwa target penggalangan dana PMI Jakarta Timur dapat tercapai sebelum kegiatan berakhir pada November 2026.
Menurutnya, masih tersedia waktu untuk memperluas sosialisasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat.
"Kita tetap optimistis karena kegiatan masih berjalan dan masih ada waktu satu bulan. Kita terus menyosialisasikan kegiatan Palang Merah Indonesia dengan pendekatan dan komunikasi yang baik kepada masyarakat," ucap Bambang.
Pendekatan komunikasi yang persuasif menjadi salah satu strategi PMI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan.
Dana PMI Ditujukan untuk Pelayanan Sosial dan Kebencanaan
Bambang menjelaskan bahwa penggalangan dana tersebut bertujuan mendukung keberlangsungan kegiatan organisasi PMI dalam membantu masyarakat.
"Agar PMI dapat terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan sesuai dengan tugas dan fungsinya, khususnya di wilayah Jakarta Timur," ujar Bambang.
Dana yang terkumpul diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pelayanan sosial, penanggulangan bencana, serta kegiatan kemanusiaan lainnya.
PMI Jakarta Timur juga berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga program tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi warga yang membutuhkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




