
Pantau - Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama UNSW Business School Australia mengembangkan platform SMARTAMBAK berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi dini penyakit udang, memantau kualitas air, dan mengurangi risiko gagal panen pada usaha budi daya udang di Indonesia.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Pusat Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad melalui kolaborasi penelitian Indonesia dan Australia.
Berdasarkan keterangan Unpad di Bandung, Kamis (29/10/2026), SMARTAMBAK dirancang untuk membantu petambak mengenali perubahan kondisi udang dan lingkungan tambak sebelum menimbulkan kerugian produksi.
Platform tersebut menggunakan teknologi pemantauan secara waktu nyata atau real-time untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan tambak.
SMARTAMBAK Deteksi Dini Penyakit Udang dan Pantau Kualitas Air
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad Alexander M A Khan menjelaskan bahwa teknologi digital diperlukan untuk membantu petambak mengidentifikasi kondisi budi daya secara lebih cepat.
"Pengembangan teknologi mutakhir penting dilakukan agar petambak dapat mengenali kondisi udang dan lingkungan tambak," ujar Alexander.
SMARTAMBAK dikembangkan untuk mendeteksi indikasi awal penyakit udang yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan hasil produksi.
Selain mendeteksi penyakit, platform tersebut memantau sejumlah parameter kualitas air dan kondisi ekosistem tambak.
Informasi yang diperoleh melalui sistem pemantauan diharapkan membantu petambak mengambil langkah antisipasi sebelum gangguan berkembang menjadi kerugian yang lebih besar.
Pemanfaatan kecerdasan buatan juga diarahkan untuk meningkatkan ketepatan pengelolaan budi daya berdasarkan kondisi tambak.
Unpad Rancang Aplikasi agar Mudah Digunakan Petambak
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Hamzah Ritchi menjelaskan bahwa SMARTAMBAK dirancang dengan sistem yang praktis dan mudah dioperasikan.
Menurutnya, kemudahan penggunaan menjadi salah satu perhatian utama agar teknologi dapat dimanfaatkan langsung oleh petambak dalam kegiatan sehari-hari.
Pengembangan platform tersebut diarahkan untuk mengurangi hambatan teknis yang dapat menyulitkan pengguna di lapangan.
Dengan sistem yang lebih sederhana, petambak diharapkan dapat memantau kondisi tambak secara rutin tanpa harus menghadapi proses pengoperasian yang rumit.
Manajer Proyek SMARTAMBAK Rora Puspita Sari menambahkan bahwa aplikasi tersebut dikembangkan melalui pendekatan inklusif.
Pendekatan itu bertujuan memperluas akses teknologi bagi petambak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan pertambakan yang jauh dari pusat perkotaan.
Teknologi SMARTAMBAK Didorong Tingkatkan Produktivitas dan Jaga Lingkungan
Selain mengurangi risiko gagal panen, pengembangan SMARTAMBAK juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas usaha budi daya udang.
Teknologi tersebut dipadukan dengan pendekatan pengelolaan tambak yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
Pemantauan kualitas air diharapkan dapat membantu petambak mengendalikan kondisi budi daya sekaligus mengurangi risiko pencemaran.
Pengelolaan tambak yang lebih terukur juga ditujukan untuk mendukung upaya pencegahan kerusakan ekosistem pesisir.
Pendekatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui penerapan teknologi digital, pengelolaan tambak diharapkan dapat dilakukan secara lebih efisien dengan tetap mempertimbangkan dampak lingkungan.
Peneliti Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan
Pengembangan SMARTAMBAK melibatkan kerja sama antara peneliti Unpad, UNSW Business School Australia, pemerintah, dan pelaku usaha.
Rora menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mempercepat pemanfaatan hasil penelitian perguruan tinggi menjadi solusi bagi sektor perikanan budi daya.
Inovasi SMARTAMBAK turut difasilitasi melalui program KONEKSI atau Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia.
Pengembangan teknologi tersebut dibahas dan dievaluasi dalam forum From Research to Innovation: Meet SMARTAMBAK di Hotel Kimaya Braga, Bandung, pada 20 Oktober 2026.
Forum itu dihadiri Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Mohamad Rahmat Mulianda yang memimpin diskusi bersama sejumlah pemangku kepentingan.
Perwakilan Kedutaan Besar Australia, akademisi, unsur pemerintah, serta pelaku industri perikanan budi daya juga terlibat dalam kegiatan tersebut.
Melalui kolaborasi ini, Unpad dan mitra pengembang berupaya mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha tambak udang di Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




