
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meresmikan Sistem Akses Pelayanan yang Adaptif (SAPA) Diktisaintek untuk mengintegrasikan 48 layanan publik dalam satu portal digital guna mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Portal SAPA Diktisaintek menyediakan enam segmen layanan dengan 11 layanan prioritas yang disiapkan pada tahap awal untuk memudahkan pengguna memperoleh informasi dan mengajukan permohonan secara daring.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan integrasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem yang lebih sederhana, transparan, dan responsif.
"Marilah kita bersama-sama memudahkan berbagai layanan. Tidak perlu disembunyikan persyaratannya. Tidak perlu juga tidak bisa diketahui kapan akan diumumkan, kapan akan selesai prosesnya. Semuanya harus transparan," kata Brian dalam keterangan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
SAPA Diktisaintek Satukan 48 Layanan dalam Satu Portal
SAPA Diktisaintek dikembangkan sebagai portal terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan kementerian melalui satu pintu.
Melalui platform tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai standar pelayanan, persyaratan administrasi, tahapan pengajuan, serta unit kerja yang bertanggung jawab.
Pada tahap awal penerapan, Kemdiktisaintek menyiapkan 11 layanan prioritas dari total 48 layanan yang tersedia dalam enam segmen.
Portal tersebut juga dilengkapi fitur pelacakan atau tracking untuk membantu pengguna memantau perkembangan permohonan layanan.
Dengan sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui proses pengajuan secara lebih jelas tanpa harus berulang kali menghubungi unit pelayanan.
Mendiktisaintek Dorong Pelayanan Daring yang Transparan
Brian menegaskan terdapat tiga perubahan utama yang harus menjadi arah pembenahan pelayanan publik di lingkungan Kemdiktisaintek.
Ketiga perubahan tersebut mencakup penyederhanaan akses, peningkatan transparansi proses, serta pelayanan yang lebih responsif dan terpercaya.
Menurutnya, pelayanan publik yang baik harus mampu mengurangi kebutuhan pengguna untuk datang langsung ke kantor apabila pengurusan dapat dilakukan secara daring.
"Kalau masih ada dosen kita, tenaga pendidik kita yang mengurus sesuatu harus datang ke lokasi, berarti layanan kita belum baik," ujarnya.
Ia meminta seluruh unit kerja kementerian mengoptimalkan pemanfaatan teknologi agar proses administrasi menjadi lebih efisien.
Brian juga mendorong Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan daring sehingga dapat dijangkau pengguna dari berbagai wilayah.
Integrasi PDDikti Diharapkan Kurangi Pengulangan Dokumen
Selain memperluas akses digital, Kemdiktisaintek mendorong integrasi data untuk menyederhanakan persyaratan administrasi.
Brian menilai pengguna tidak seharusnya diminta menyerahkan dokumen secara berulang apabila informasi yang diperlukan sudah tersedia dalam sistem pemerintah.
Salah satu sumber data yang dapat dimanfaatkan dalam proses integrasi adalah Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Pemanfaatan data yang saling terhubung diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi dan mengurangi beban administrasi bagi dosen, tenaga kependidikan, serta pengguna layanan lainnya.
Meski demikian, pengembangan sistem harus tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk keamanan informasi dan perlindungan data pribadi.
Brian menegaskan bahwa penyederhanaan proses bukan berarti mengurangi persyaratan yang harus dipenuhi pengguna layanan.
Kemdiktisaintek Buka Ruang Pengaduan dan Masukan Masyarakat
Brian turut mengingatkan seluruh jajaran kementerian agar terbuka terhadap pengaduan dan masukan dari pengguna layanan.
Menurutnya, evaluasi dari masyarakat diperlukan untuk memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.
"Bapak/Ibu silakan kalau ada pengaduan-pengaduan, karena fungsi kami di Kementerian itu adalah melayani Bapak-Ibu sekalian, ujung tombak kemajuan iptek, kemajuan sains, kemajuan pembangunan sumber daya manusia," ucap Brian.
Ia menekankan bahwa peningkatan pelayanan publik harus menjadi tanggung jawab seluruh jajaran Kemdiktisaintek, termasuk unit pelaksana layanan di daerah.
Melalui SAPA Diktisaintek, kementerian berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses, memiliki alur yang jelas, serta memungkinkan masyarakat memantau proses permohonan secara digital.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




