HOME  ⁄  Geopolitik

Ursula von der Leyen Tetap Usulkan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Uni Eropa Meski Ditolak Sejumlah Negara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ursula von der Leyen Tetap Usulkan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Uni Eropa Meski Ditolak Sejumlah Negara
Foto: (Sumber :Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat konferensi pers tentang aplikasi verifikasi usia digital Uni Eropa bersama Wakil Presiden Henna Virkkunen di Brussels, Belgia, (15/4/2026). ANTARA/Anadolu/Dursun Aydemir..)

Pantau - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kembali mengusulkan Kanada menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa (UE), meskipun sejumlah negara anggota menolak penggunaan istilah tersebut karena dinilai tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Usulan itu kembali disampaikan von der Leyen dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa-Kanada di Montreal, Kanada, Kamis (29/10/2026).

Von der Leyen menilai konsep keanggotaan asosiasi dapat membuka peluang kemitraan yang lebih erat antara Kanada dan Uni Eropa tanpa mengharuskan Kanada menjadi anggota penuh.

"Oleh karena itu, kami membahas gagasan agar Kanada menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa. Gagasan kami sederhana, yakni asosiasi tanpa keanggotaan. Kami dapat membangun kemitraan yang lebih dekat dengan keanggotaan daripada apa pun yang pernah kami lakukan sebelumnya," kata von der Leyen.

Sejumlah Negara Uni Eropa Tolak Istilah Anggota Asosiasi

Usulan von der Leyen mendapat keberatan dari sejumlah pemerintah negara anggota Uni Eropa yang menilai Komisi Eropa belum melakukan konsultasi sebelum memperkenalkan konsep tersebut.

Berdasarkan laporan sejumlah media, pemerintah negara anggota mempersoalkan penggunaan istilah anggota asosiasi dalam rancangan pernyataan bersama Uni Eropa dan Kanada.

Mereka menilai istilah tersebut tidak memiliki makna hukum yang jelas dalam kerangka hubungan Uni Eropa dengan negara mitra.

Selain persoalan hukum, sejumlah negara juga mengkhawatirkan kemungkinan munculnya preseden yang tidak diinginkan bagi negara lain yang ingin menjalin hubungan serupa dengan Uni Eropa.

Keberatan tersebut mendorong perubahan redaksi dalam rancangan deklarasi bersama antara kedua pihak.

Uni Eropa dan Kanada Ubah Rancangan Deklarasi Bersama

Dalam rancangan deklarasi yang diperbarui, istilah anggota asosiasi tidak lagi digunakan untuk menggambarkan hubungan Kanada dengan Uni Eropa.

Sebagai gantinya, kedua pihak menyatakan niat membangun hubungan asosiasi yang semakin erat tanpa menjadikan Kanada sebagai anggota penuh Uni Eropa.

Perubahan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi keberatan sejumlah negara anggota terhadap konsep awal yang diajukan Komisi Eropa.

Meski redaksi deklarasi telah disesuaikan, von der Leyen tetap mempertahankan gagasan awal mengenai hubungan khusus antara Kanada dan Uni Eropa.

Kedua pihak berencana membahas dan menentukan bentuk hubungan tersebut dalam KTT Uni Eropa-Kanada berikutnya pada 2027.

Von der Leyen Dorong Kerja Sama Politik hingga Pertahanan

Dalam pidatonya, von der Leyen menjelaskan bahwa kemitraan yang lebih erat dapat mencakup berbagai bidang strategis.

Kerja sama tersebut meliputi regulasi politik, hubungan antarlembaga parlemen, serta keterlibatan lembaga peradilan.

Kanada juga berpeluang memperoleh ruang partisipasi lebih luas dalam berbagai program yang dikembangkan Uni Eropa.

Bidang yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, ilmu pengetahuan, kecerdasan buatan, energi, dan pertahanan.

Von der Leyen menilai penguatan hubungan tersebut dapat menjadi bentuk kemitraan baru antara Uni Eropa dan Kanada tanpa melalui mekanisme keanggotaan penuh.

Pembahasan lanjutan mengenai bentuk dan cakupan kerja sama itu dijadwalkan berlangsung pada pertemuan tingkat tinggi kedua pihak pada 2027.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026