
Pantau - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG tengah mengkaji rencana pembelian kembali saham (buyback) sebagai salah satu langkah strategis menghadapi volatilitas pasar modal domestik sekaligus menjaga kepentingan pemegang saham.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan ketentuan regulator.
Kajian pembelian kembali saham itu juga mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023.
“SIG terus mencermati perkembangan pasar saham domestik secara menyeluruh dan siap melakukan langkah strategis, termasuk buyback saham,” kata Indrieffouny dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
SIG Kaji Pembelian Kembali Saham Sesuai Aturan OJK
Indrieffouny menjelaskan bahwa perusahaan terus memantau perkembangan pasar saham sebelum menentukan langkah strategis yang akan diambil.
Menurutnya, kajian pembelian kembali saham dilakukan secara cermat agar keputusan yang diambil dapat mendukung kinerja perusahaan dan menjaga kepentingan investor.
SIG menilai dinamika harga saham di pasar modal tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.
Manajemen menyatakan fundamental SIG masih kuat dan menjadi dasar keyakinan perusahaan untuk meningkatkan kinerja dalam jangka panjang.
Meski demikian, perusahaan belum mengumumkan keputusan final terkait pelaksanaan pembelian kembali saham.
Informasi mengenai nilai dana, jumlah saham, maupun jadwal pelaksanaan buyback juga belum disampaikan dalam keterangan tersebut.
SIG Optimalkan Sumber Daya untuk Menjaga Pertumbuhan
Selain mempertimbangkan langkah di pasar modal, SIG berupaya menjaga momentum pertumbuhan melalui optimalisasi peluang usaha dan sumber daya perusahaan.
Indrieffouny mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat ketahanan bisnis di tengah perubahan kondisi pasar.
SIG memiliki berbagai produk dan solusi bahan bangunan untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi.
Perusahaan juga didukung jaringan produksi dan distribusi yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.
“Segala keunggulan yang dimiliki menjadi fondasi yang kuat bagi SIG untuk meningkatkan kinerja dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Indrieffouny Indra.
Pemerintah Indonesia Kuasai 51 Persen Saham SIG
SIG merupakan perusahaan induk badan usaha milik negara (BUMN) di sektor industri semen dengan kepemilikan saham Pemerintah Indonesia sebesar 51 persen.
Perusahaan tersebut menaungi enam anak usaha produsen semen yang beroperasi di dalam dan luar negeri.
Keenam anak usaha tersebut adalah Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Solusi Bangun Indonesia, Semen Baturaja, dan Thang Long Cement Company di Vietnam.
Jaringan perusahaan tersebut menjadi bagian dari kekuatan produksi dan distribusi SIG dalam melayani kebutuhan bahan bangunan.
Manajemen SIG menyatakan akan terus mempertimbangkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kinerja dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




