
Pantau - Organisasi kemasyarakatan Islam Alkhairaat akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Jakarta pada 30 November 2026 untuk memperkuat persatuan, konsolidasi organisasi, serta perannya dalam menjaga harmoni sosial dan keberagaman, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan bertema "Guru Tua Memanggil" tersebut menjadi bagian dari persiapan Alkhairaat menyongsong satu abad atau 100 tahun perjalanan organisasi.
Ketua Panitia Silatnas Alkhairaat, Samsudin M Pay, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat nilai dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial yang selama ini dijalankan Alkhairaat.
Silatnas tersebut diharapkan mampu menyatukan potensi sekitar 20 juta jamaah dan simpatisan Alkhairaat yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.
Silatnas Alkhairaat Perkuat Persatuan dan Harmoni Sosial
Samsudin menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, Alkhairaat konsisten menjalankan kegiatan di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran dalam membangun kehidupan masyarakat, terutama di wilayah Indonesia Timur dan Indonesia Tengah.
"Melalui nilai-nilai inti yang dipegang teguh, Alkhairaat memposisikan diri sebagai episentrum harmoni kawasan Timur Indonesia, dengan mengedepankan dakwah yang menghargai adat istiadat, menjaga kelestarian lingkungan, serta menjunjung tinggi keberagaman," ujar Samsudin dalam kegiatan Tasyakuran dan Peluncuran Silatnas di Sekretariat Silatnas Alkhairaat, Pengadegan Timur II, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026) malam.
Samsudin menyebut Alkhairaat sebagai salah satu aset bangsa karena turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui lembaga pendidikan yang didirikan secara mandiri.
Lembaga pendidikan tersebut mencakup madrasah, sekolah, pesantren, hingga universitas yang tersebar di berbagai wilayah.
Tema Guru Tua Memanggil Jadi Landasan Konsolidasi Organisasi
Samsudin mengatakan tema "Guru Tua Memanggil" mengandung empat makna utama yang menjadi landasan keberlanjutan misi Alkhairaat memasuki abad kedua.
Makna pertama adalah panggilan khidmah dan tanggung jawab bagi seluruh keluarga besar Alkhairaat untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan organisasi.
Kontribusi tersebut dapat diberikan melalui pemikiran, tenaga, keahlian, maupun dukungan materi sesuai kemampuan masing-masing.
Makna kedua adalah panggilan persatuan dan konsolidasi akbar untuk menghimpun kekuatan jamaah dan simpatisan di berbagai daerah.
Melalui konsolidasi tersebut, Alkhairaat berupaya menyatukan potensi sekitar 20 juta jamaah dan simpatisan di 28 provinsi di bawah koordinasi Pengurus Besar (PB) Alkhairaat.
Makna ketiga adalah panggilan reaktualisasi nilai akhlak dan ilmu yang diwariskan Guru Tua melalui pendekatan dakwah yang damai, toleran, dan mencerdaskan.
Nilai-nilai tersebut dinilai perlu terus diterapkan agar misi pendidikan dan dakwah Alkhairaat tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Alkhairaat Tegaskan Kontribusi Pendidikan dan Dakwah di Indonesia Timur
Selain memperkuat hubungan antarsesama jamaah, Silatnas Alkhairaat menjadi sarana menegaskan kembali kontribusi organisasi dalam pembangunan masyarakat.
Samsudin mengatakan peran Alkhairaat tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan, tetapi juga mencakup pendidikan dan pelayanan sosial.
Melalui jaringan lembaga pendidikan yang dibangun secara mandiri, Alkhairaat turut mendukung peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.
Organisasi tersebut juga menempatkan penghormatan terhadap adat istiadat, kelestarian lingkungan, dan keberagaman sebagai bagian dari pendekatan dakwahnya.
Pelaksanaan Silatnas pada 30 November 2026 di Jakarta diharapkan memperkuat koordinasi organisasi dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat menjelang satu abad Alkhairaat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




