
Pantau - JEC Eye Hospitals and Clinics bersama Parent Teacher Association (PTA) Secondary Syafana Islamic School menggelar pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis bagi masyarakat, tenaga pendidik, serta pelajar di Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kegiatan bakti sosial bertema "Melihat Lebih Luas, Berbagi Lebih Luas" tersebut menargetkan 250 hingga 300 penerima manfaat, termasuk warga kurang mampu, staf sekolah, dan peserta didik.
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC, Tjahjono D. Gondhowiarjo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperluas akses layanan kesehatan mata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan penglihatan secara berkala.
"Kelainan refraksi dapat dialami siapa saja dan kerap tidak disadari sejak awal. Padahal, kondisi ini mempengaruhi kenyamanan belajar dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pemeriksaan berkala penting dilakukan untuk mengenali gangguan penglihatan sedini mungkin," katanya dalam keterangan tertulis di Tangerang, Jumat (30/10/2026).
Pemeriksaan Mata Gratis Targetkan 250 hingga 300 Peserta
Program pemeriksaan mata gratis tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan penglihatan di wilayah Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan.
Selain warga kurang mampu, kegiatan ini melibatkan tenaga pendidik, staf sekolah, dan pelajar sebagai penerima manfaat.
Peserta mendapatkan kesempatan menjalani pemeriksaan mata untuk mengetahui kemungkinan gangguan penglihatan yang dialami.
Pemberian kacamata gratis juga menjadi bagian dari kegiatan untuk membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Kolaborasi antara JEC dan PTA Secondary Syafana Islamic School diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mata kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
JEC Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Penglihatan
Tjahjono menjelaskan bahwa kelainan refraksi merupakan salah satu gangguan penglihatan yang perlu dikenali sejak dini.
Kelainan tersebut meliputi miopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, serta astigmatisme atau mata silinder.
Menurutnya, gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat memengaruhi kenyamanan belajar, aktivitas sehari-hari, dan produktivitas masyarakat.
Pemeriksaan mata secara berkala diperlukan agar gangguan penglihatan dapat diketahui lebih awal.
JEC juga menyoroti pengaruh kebiasaan melihat objek dari jarak dekat dalam waktu lama, penggunaan perangkat digital, serta kurangnya aktivitas di luar ruangan terhadap kesehatan mata.
Sebanyak 17 Persen Peserta Skrining Terdeteksi Mengalami Gangguan Penglihatan
Tjahjono mengutip data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2025 mengenai hasil pemeriksaan kesehatan mata masyarakat.
"Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2025, dari sekitar 55 juta penduduk berusia di atas tujuh tahun yang mengikuti skrining kesehatan mata, sekitar 17 persen di antaranya terdeteksi mengalami gangguan penglihatan," ujarnya.
Data tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya memperluas akses pemeriksaan kesehatan mata di berbagai daerah.
Sebagai institusi layanan kesehatan mata yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade, JEC menyatakan komitmennya untuk terus memperluas pelayanan melalui kerja sama lintas sektor.
"Harapannya agar sinergi antara dunia kesehatan dan institusi pendidikan ini dapat menginspirasi gerakan serupa di berbagai wilayah lain guna menekan laju gangguan penglihatan di tengah masyarakat," kata dia.
PTA Syafana Islamic School Dorong Kepedulian Sosial Melalui Layanan Kesehatan
Ketua PTA Secondary Syafana Islamic School, Sundus Wahidah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial keluarga besar sekolah terhadap masyarakat sekitar.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga pembentukan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
"Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui pemeriksaan dan pemberian kacamata ini, kami berharap warga sekolah dan masyarakat sekitar dapat terbantu dalam menjalani aktivitas sehari-hari," ucap Sundus.
Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap siswa dan keluarga besar institusi pendidikan dapat terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kerja sama JEC dan PTA Secondary Syafana Islamic School juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara layanan kesehatan dan institusi pendidikan dalam meningkatkan akses pemeriksaan mata.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




