
Pantau - I Nyoman Sudiasa (52), penyintas skizofrenia di Denpasar, Bali, berupaya melawan stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa melalui produksi dupa beraroma kopi bermerek Arusaji bersama para anggota Rumah Berdaya Denpasar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan dan rehabilitasi psikososial bagi orang dengan skizofrenia (ODS) melalui kolaborasi Rumah Berdaya Denpasar dan PT Pertamina Patra Niaga.
Sudiasa, yang juga menjabat sebagai Koordinator Rumah Berdaya Denpasar, mengatakan aktivitas membuat dupa membantunya mengurangi pikiran-pikiran yang mengganggu.
“Dengan fokus membuat dupa ini, ya, pikiran-pikiran yang aneh, yang liar-liar itulah, berkurang,” tutur Sudiasa dalam laporan dari Denpasar, Jumat (30/10/2026).
Selain menjadi kegiatan produktif, pembuatan dupa tersebut dimanfaatkan para penyintas untuk menunjukkan kemampuan berkarya di tengah stigma yang masih mereka hadapi.
Rumah Berdaya Denpasar Produksi Dupa Arusaji Beraroma Kopi
Rumah Berdaya Denpasar merupakan wadah pemberdayaan dan rehabilitasi psikososial bagi penyintas skizofrenia.
Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah pembuatan dupa bermerek Arusaji, hasil kolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga.
Berbeda dari dupa yang umumnya menggunakan aroma cendana, produk Arusaji menawarkan varian beraroma kopi.
Produk tersebut dikembangkan dengan melibatkan para penyintas skizofrenia dalam kegiatan kreatif dan produktif.
Nama Arusaji sendiri merupakan singkatan dari Alumni Rumah Sakit Jiwa.
Melalui kegiatan pembuatan dupa, para anggota Rumah Berdaya memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan karya yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat.
Sudiasa Jadikan Aktivitas Membuat Dupa sebagai Bagian dari Pemulihan
Sudiasa menjalani kesehariannya dengan mendampingi anggota Rumah Berdaya Denpasar dalam berbagai kegiatan pemberdayaan.
Sebagai penyintas skizofrenia, ia merasakan manfaat dari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan keterampilan tangan.
Menurut pengalamannya, fokus pada proses pembuatan dupa membantu mengurangi pikiran-pikiran yang mengganggu.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi para penyintas untuk terlibat dalam aktivitas bersama dan menunjukkan kemampuan masing-masing.
Pada Senin (26/10/2026), Sudiasa terlihat membimbing seorang anggota bernama Agus dalam proses pembuatan dupa di Graha Nawasena, Denpasar.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan yang dilakukan Rumah Berdaya Denpasar.
Lukisan Dewi Shinta dan Hanoman Jadi Simbol Perlawanan terhadap Stigma
Selain memiliki aroma kopi, dupa Arusaji juga menampilkan kemasan dengan lukisan tokoh pewayangan Ramayana, yakni Dewi Shinta dan Hanoman.
Lukisan tersebut dibuat oleh Loster, seorang penyintas skizofrenia yang memiliki keterampilan menggambar.
“Lukisan ini karya teman kami (Loster) yang disabilitas mental, skizofrenia. Kebetulan dia memang profesinya menggambar,” tutur Sudiasa.
Kemasan dupa tersebut memuat kisah pembebasan Dewi Shinta yang dikurung Rahwana di sebuah taman kecil di Kerajaan Alengka.
Sudiasa menjelaskan bahwa kisah tersebut memiliki makna khusus bagi para penyintas skizofrenia di Rumah Berdaya.
Menurutnya, keinginan Dewi Shinta untuk terbebas dari kurungan menjadi simbol harapan para penyintas untuk lepas dari stigma masyarakat.
Penyintas Skizofrenia Ingin Dikenal Melalui Kemampuan Berkarya
Pesan mengenai penghapusan stigma juga dicantumkan pada bagian belakang kemasan dupa Arusaji.
Dalam keterangan produk tersebut, para penyintas menyampaikan keinginan agar masyarakat melihat kemampuan mereka untuk berkreasi dan menghasilkan karya.
"Kami para ODS ingin menunjukkan bahwa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) juga mampu berkreativitas dan berkarya, sehingga dapat mengikis stigma yang ada," demikian pesan yang tercantum pada kemasan dupa Arusaji.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya para anggota Rumah Berdaya untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap penyintas skizofrenia.
Melalui produk dupa dan karya seni pada kemasannya, mereka menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental tidak menghilangkan kemampuan seseorang untuk berkarya.
Kolaborasi Rumah Berdaya Denpasar dengan PT Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan produktif bagi para penyintas.
Bagi Sudiasa dan anggota Rumah Berdaya, produksi dupa Arusaji bukan hanya kegiatan membuat barang, tetapi juga sarana memperkenalkan keterampilan dan kreativitas mereka kepada masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




