HOME  ⁄  Ekonomi

FL Technics Indonesia Raih Sertifikasi EASA Part-145, Perkuat Daya Saing Industri Perawatan Pesawat Nasional di Pasar Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

FL Technics Indonesia Raih Sertifikasi EASA Part-145, Perkuat Daya Saing Industri Perawatan Pesawat Nasional di Pasar Global
Foto: (Sumber :Sebuab pesawat dalam fasilitas perawatan pesawat milik FL Technics Indonesia di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. ANTARA/HO-FL Technics Indonesia..)

Pantau - FL Technics Indonesia resmi memperoleh sertifikasi EASA Part-145 dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa atau European Union Aviation Safety Agency (EASA) untuk fasilitas perawatan pesawatnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sehingga memperkuat daya saing industri perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) nasional di pasar internasional.

Sertifikasi tersebut memungkinkan FL Technics Indonesia memberikan layanan perawatan pesawat kepada maskapai komersial dan perusahaan penyewaan pesawat asal Eropa sesuai dengan ruang lingkup persetujuan yang diperoleh.

Chairman FL Technics Indonesia, Martynas Grigas, mengatakan pengakuan internasional tersebut menjadi langkah penting perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan dari pasar domestik menuju pasar penerbangan global.

"Kehadiran sertifikasi EASA ini sekaligus menegaskan komitmen kami untuk tidak hanya melayani pasar domestik atau regional, tetapi juga menjadi pemain global yang siap melayani operator dari Asia, Timur Tengah, hingga Australia dengan standar tertinggi," kata Grigas dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dengan sertifikasi tersebut, fasilitas FL Technics Indonesia di Bali menjadi salah satu fasilitas MRO di Indonesia yang telah memenuhi persyaratan regulasi keselamatan penerbangan sipil Eropa.

Sertifikasi EASA Buka Peluang Layanan Perawatan Pesawat Eropa

Sertifikasi EASA Part-145 merupakan pengakuan terhadap organisasi perawatan pesawat yang telah memenuhi persyaratan teknis, operasional, dan keselamatan sesuai regulasi penerbangan Eropa.

Untuk memperoleh sertifikasi tersebut, FL Technics Indonesia harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan audit teknis oleh inspektur EASA.

Proses audit mencakup pemeriksaan kelayakan infrastruktur hanggar, sistem perkakas atau tooling systems, serta kompetensi dan kesiapan tenaga teknik yang bertugas melakukan perawatan pesawat.

Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa fasilitas perawatan pesawat FL Technics Indonesia telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan regulator penerbangan Eropa.

Melalui sertifikasi itu, perusahaan dapat menyediakan layanan perawatan menyeluruh atau base maintenance serta perawatan operasional atau line maintenance bagi operator penerbangan yang tercakup dalam persetujuannya.

Layanan tersebut mencakup berbagai jenis pesawat berbadan sempit atau narrowbody yang banyak digunakan dalam penerbangan komersial internasional.

Jenis pesawat yang dapat dilayani antara lain keluarga Airbus A320, termasuk varian CEO dan NEO, serta Boeing 737 Classic, Next Generation, dan MAX.

FL Technics Indonesia Siap Tangani Pesawat Operator Uni Eropa

Setelah memperoleh sertifikasi EASA Part-145, FL Technics Indonesia bersiap memulai layanan perawatan bagi operator penerbangan asal Uni Eropa.

Martynas Grigas memastikan pengerjaan perdana untuk operator Eropa dijadwalkan dimulai pada pekan pertama November 2026.

"Pekan depan, kita akan langsung memulai pengerjaan untuk operator penerbangan asal Uni Eropa, dengan gelombang kedatangan armada berikutnya yang sudah terjadwal di bulan November 2026," ujar dia.

Sebelum memperoleh sertifikasi tersebut, fasilitas FL Technics Indonesia di Jakarta dan Denpasar telah melayani maskapai yang terdaftar di berbagai kawasan dunia.

Jangkauan pelanggan perusahaan meliputi operator penerbangan dari Amerika, Asia, Afrika, hingga Australia.

Dengan adanya pengakuan dari regulator penerbangan Eropa, perusahaan kini memiliki peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama dengan maskapai internasional dan perusahaan penyewaan pesawat.

Sertifikasi tersebut juga menjadi penanda kualitas atau quality stamp yang memperkuat pengakuan terhadap standar operasional fasilitas perawatan pesawat di Indonesia.

Fasilitas MRO di Bali Miliki Tiga Hanggar dan Area Pengecatan Pesawat

Fasilitas FL Technics Indonesia di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, berdiri di atas lahan seluas 17.000 meter persegi.

Kompleks perawatan pesawat tersebut dilengkapi tiga hanggar dengan tiga area penempatan pesawat atau aircraft bays untuk mendukung kegiatan pemeliharaan dan perbaikan.

Selain fasilitas hanggar, perusahaan memiliki area pengecatan pesawat atau paint booth seluas 2.000 meter persegi.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan perawatan pesawat komersial dengan mengacu pada standar teknis dan keselamatan penerbangan internasional.

Lokasi fasilitas yang berada di Bali juga memberikan akses bagi operator penerbangan dari berbagai kawasan, termasuk Asia dan Australia.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi perawatan pesawat sekaligus mengurangi waktu pesawat tidak beroperasi atau downtime selama menjalani pemeliharaan.

Sertifikasi Internasional Perkuat Posisi Industri MRO Indonesia

Perolehan sertifikasi EASA Part-145 menjadi perkembangan penting bagi industri MRO Indonesia dalam meningkatkan kemampuan bersaing di pasar perawatan pesawat internasional.

Pengakuan tersebut membuka peluang bagi fasilitas perawatan pesawat di dalam negeri untuk menangani kebutuhan operator penerbangan asing yang mensyaratkan kepatuhan terhadap regulasi EASA.

Selain memperluas pasar, sertifikasi itu menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur, kualitas tenaga teknik, serta penerapan prosedur keselamatan dalam industri perawatan pesawat.

Dengan fasilitas yang telah memperoleh persetujuan EASA dan jadwal kedatangan pesawat dari operator Uni Eropa pada November 2026, FL Technics Indonesia bersiap memperluas kegiatan perawatan pesawat internasional melalui fasilitasnya di Bali.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026