
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng tujuh agen perjalanan dan operator tur asal China untuk memperkuat promosi destinasi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dan Bali melalui kegiatan perjalanan pengenalan wisata atau Familiarization Trip (Famtrip) pada 19–25 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan China ke Indonesia yang ditargetkan mencapai 1,559 juta hingga 1,726 juta kunjungan sepanjang 2026.
Tujuh agen perjalanan dan operator tur yang diundang berasal dari Beijing, Guangzhou, Hangzhou, Nanjing, Shenzhen, dan Shanghai.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan di Labuan Bajo, mengikuti pertemuan bisnis dengan pelaku industri pariwisata Indonesia, serta melanjutkan perjalanan ke Bali.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, menyatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar China.
Kemenpar berharap pengalaman langsung para agen perjalanan dapat mendorong pengembangan paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan China.
Tujuh Agen Perjalanan China Diajak Jelajahi Labuan Bajo
Kementerian Pariwisata menyelenggarakan kegiatan Famtrip selama tujuh hari untuk memperkenalkan potensi wisata Indonesia kepada pelaku industri perjalanan dari China.
Program tersebut melibatkan tujuh agen perjalanan dan operator tur dari enam kota besar di China.
China Southern Airlines, yang melayani penerbangan langsung Guangzhou–Denpasar, menjadi mitra maskapai resmi dalam kegiatan tersebut.
Di Labuan Bajo, peserta diajak menjelajahi sejumlah destinasi wisata menggunakan kapal pinisi.
Rangkaian perjalanan mencakup kunjungan ke Pulau Kelor, Pulau Padar, Pantai Pink atau Pink Beach, dan Pulau Komodo.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal langsung daya tarik wisata bahari dan alam di kawasan Labuan Bajo.
Pengalaman selama perjalanan diharapkan menjadi bahan bagi agen perjalanan dalam merancang paket wisata Indonesia untuk pasar China.
Kemenpar Fasilitasi Pertemuan Bisnis dengan 14 Pelaku Pariwisata
Selain mengunjungi destinasi wisata, peserta Famtrip mengikuti kegiatan penjajakan kerja sama bisnis atau business matching di Labuan Bajo.
Pertemuan tersebut melibatkan 14 pelaku industri pariwisata Indonesia dari berbagai sektor.
Peserta dari Indonesia mencakup perusahaan penerbangan, penyedia akomodasi, dan agen perjalanan.
Kegiatan ini mendapat dukungan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.
Melalui pertemuan tersebut, agen perjalanan China memperoleh kesempatan menjalin hubungan bisnis dengan penyedia layanan pariwisata di Indonesia.
Kemenpar berharap kerja sama tersebut dapat mendukung penyusunan dan pemasaran paket wisata ke Labuan Bajo.
Setelah menyelesaikan agenda di Nusa Tenggara Timur, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bali.
Bali menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan China karena memiliki konektivitas penerbangan langsung dengan sejumlah kota di negara tersebut.
Kunjungan Wisatawan China ke Indonesia Terus Meningkat
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kemenpar, jumlah kunjungan wisatawan China ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 1,34 juta.
Capaian tersebut menempatkan China sebagai negara asal wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Malaysia, Australia, dan Singapura.
Pada 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan China mencapai 1,559 juta hingga 1,726 juta.
Dalam delapan bulan pertama 2026, jumlah kunjungan wisatawan China tercatat mencapai 1,054 juta.
Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 905.002 kunjungan.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan China tercatat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan pertumbuhan keseluruhan kunjungan wisatawan mancanegara yang sebesar 5,38 persen.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu dasar Kemenpar memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia kepada pelaku industri perjalanan China.
Perjalanan Wisata ke Luar Negeri dari China Naik 7,5 Persen
Potensi pasar wisatawan China juga terlihat dari meningkatnya perjalanan internasional warga negara tersebut.
Data Administrasi Imigrasi Nasional China menunjukkan perjalanan keluar warga daratan China mencapai 48,51 juta pada kuartal ketiga 2026.
Jumlah tersebut meningkat 7,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemenpar memanfaatkan perkembangan tersebut dengan memperluas promosi dan kerja sama bersama agen perjalanan di sejumlah kota besar China.
Melalui kegiatan Famtrip, pemerintah berupaya memperkenalkan lebih banyak destinasi Indonesia selain Bali kepada wisatawan China.
Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi yang dipromosikan karena memiliki daya tarik wisata alam dan bahari.
Kunjungan ke Taman Nasional Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari
Pengembangan paket wisata Labuan Bajo berlangsung di tengah penerapan pembatasan kunjungan di kawasan Taman Nasional Komodo.
Sejak 1 April 2026, kuota kunjungan ke Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan 23 titik penyelaman di sekitarnya ditetapkan sebanyak 1.000 orang per hari.
Pembatasan tersebut setara dengan kuota 365.000 kunjungan dalam satu tahun.
Kuota tahunan itu telah habis sejak Agustus 2026.
Balai Taman Nasional Komodo kemudian membuka kuota tambahan paling sedikit 500 orang per hari untuk periode September hingga Desember 2026.
Kuota tersebut berasal dari alokasi kunjungan yang tidak digunakan pada bulan-bulan sebelumnya.
Ketentuan pembatasan kunjungan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan paket wisata menuju kawasan Taman Nasional Komodo.
Kemenpar Optimistis Promosi Dorong Wisatawan China ke Labuan Bajo dan Bali
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, mengatakan kegiatan Famtrip merupakan bagian dari upaya memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar China.
Menurutnya, kunjungan langsung memberikan kesempatan bagi agen perjalanan untuk mengenal destinasi dan layanan wisata yang tersedia.
Pengalaman tersebut diharapkan membantu peserta menyusun paket perjalanan yang sesuai dengan preferensi wisatawan China.
Kemenpar optimistis kegiatan promosi dan penjajakan kerja sama bisnis tersebut dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Labuan Bajo dan Bali.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai target kunjungan wisatawan China pada 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




