HOME  ⁄  Nasional

Antrean Panjang Biosolar di SPBU Aceh Ganggu Aktivitas Sopir Truk, Waktu Tunggu Capai Satu Jam

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Antrean Panjang Biosolar di SPBU Aceh Ganggu Aktivitas Sopir Truk, Waktu Tunggu Capai Satu Jam
Foto: Suasana pengisian BBM SPBU di Beuraden, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Pantau - Antrean panjang kendaraan pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banda Aceh dan Aceh Besar berdampak pada aktivitas sopir angkutan material, logistik, dan transportasi umum.

Para pengemudi harus menyediakan waktu tambahan untuk mendapatkan Biosolar, bahkan sebagian memilih datang lebih pagi atau mengantre pada malam hari agar pekerjaan mereka tidak terganggu.

Kondisi tersebut antara lain terjadi di sejumlah SPBU sepanjang jalur nasional Banda Aceh–Meulaboh yang dilalui kendaraan angkutan barang.

Salah seorang sopir truk material asal Aceh Besar, Sabirin, mengaku harus menyesuaikan jadwal kerjanya karena antrean pengisian Biosolar dapat berlangsung hingga satu jam.

Lamanya waktu tunggu membuat kesempatan mengangkut material berkurang dan berpotensi memengaruhi pendapatan yang dibawa pulang untuk keluarga.

Sopir Truk di Aceh Harus Berangkat Lebih Pagi untuk Mendapatkan Biosolar

Antrean kendaraan pengguna Biosolar menjadi pemandangan yang kerap terlihat di sejumlah SPBU wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh.

Sejak sekitar pukul 07.00 WIB, kendaraan roda empat, enam, hingga sepuluh sudah berderet di tepi jalan untuk menunggu giliran pengisian BBM.

Sebagian kendaraan merupakan truk pengangkut material dan logistik yang membutuhkan Biosolar untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari.

Para pengemudi terpaksa menyisihkan waktu kerja karena harus menunggu antrean sebelum melanjutkan perjalanan.

Sabirin mengatakan bahwa dirinya harus bangun lebih pagi agar dapat memperoleh giliran pengisian sebelum antrean semakin panjang.

Apabila datang terlambat, waktu tunggu di SPBU bisa mencapai satu jam dan mengurangi kesempatan menyelesaikan pekerjaan.

"Kadang untung-untungan juga. Artinya, kalau pas datang antrean belum panjang, kita bisa cepat mengisi minyak lalu lanjut mencari rezeki. Tapi kalau mobil sudah mengular, pilihannya menunggu dulu daripada berisiko kehabisan minyak saat ada muatan," ujarnya.

Menurut Sabirin, panjang atau pendeknya antrean menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran aktivitasnya sebagai pengemudi truk material.

Antrean BBM Berdampak pada Pendapatan Pengemudi Angkutan Material

Waktu yang dihabiskan untuk menunggu pengisian Biosolar berdampak langsung pada jumlah perjalanan yang dapat diselesaikan sopir truk.

Bagi pengemudi angkutan material, keterlambatan mendapatkan bahan bakar dapat mengurangi waktu untuk mengambil dan mengantarkan muatan.

Sabirin mengaku khawatir apabila antrean panjang berlangsung terus-menerus karena kondisi tersebut dapat memengaruhi penghasilannya.

Untuk menghindari antrean pada pagi hari, ia terkadang memilih mengisi Biosolar pada malam hari.

Dengan cara tersebut, Sabirin berharap dapat langsung menuju lokasi pengambilan material ketika mulai bekerja keesokan paginya.

Namun, pilihan waktu pengisian tetap bergantung pada kondisi antrean kendaraan di SPBU.

Sebagian pengemudi akhirnya memilih menunggu meskipun antrean panjang karena tidak ingin mengambil risiko kehabisan bahan bakar saat sedang membawa muatan.

Antrean Biosolar Terjadi di Jalur Banda Aceh–Meulaboh

Antrean kendaraan pengguna Biosolar juga terlihat di sepanjang jalan nasional yang menghubungkan Banda Aceh dan Meulaboh.

Jalur tersebut dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk truk pengangkut material, kendaraan logistik, dan angkutan umum.

Di sejumlah SPBU, kendaraan yang menunggu pengisian bahan bakar berderet hingga ke bagian tepi jalan.

Kondisi tersebut membuat para sopir harus memperhitungkan waktu pengisian BBM sebelum menjalankan aktivitas angkutan.

Kebutuhan Biosolar menjadi bagian penting dari operasional kendaraan yang digunakan untuk mendukung distribusi barang dan kegiatan usaha.

Meski demikian, informasi yang tersedia belum merinci penyebab antrean panjang maupun jumlah SPBU yang mengalami kondisi serupa.

Belum terdapat pula data mengenai perubahan volume pasokan Biosolar atau waktu normalisasi antrean di wilayah tersebut.

Kelancaran Pengisian Biosolar Penting bagi Aktivitas Logistik

Ketersediaan dan kelancaran pengisian Biosolar menjadi perhatian pengemudi yang mengandalkan kendaraan berbahan bakar diesel untuk bekerja.

Bagi sopir angkutan material seperti Sabirin, waktu tunggu di SPBU berkaitan langsung dengan kemampuan menyelesaikan perjalanan dalam satu hari.

Antrean yang lebih singkat memungkinkan pengemudi melanjutkan pekerjaan lebih cepat tanpa harus menghabiskan waktu di lokasi pengisian bahan bakar.

Sebaliknya, antrean panjang mengharuskan pengemudi mengatur ulang waktu keberangkatan dan jadwal pengangkutan barang.

Kondisi yang dialami para sopir di Aceh Besar dan Banda Aceh menunjukkan pentingnya kelancaran layanan pengisian BBM bagi aktivitas transportasi dan distribusi barang.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026