HOME  ⁄  Nasional

Pertamina Kembangkan Desa Energi Berdikari di 310 Desa, Targetkan 732 Desa Mandiri Energi pada 2030

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pertamina Kembangkan Desa Energi Berdikari di 310 Desa, Targetkan 732 Desa Mandiri Energi pada 2030
Foto: (Sumber :Tangkapan layar Vice President CSR and SME Management PT Pertamina (Persero) Rudi Arifianto. ANTARA/Khaerul Izan.)

Pantau - PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan program Desa Energi Berdikari (DEB) untuk meningkatkan ketahanan energi, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan target menjangkau 732 desa di seluruh Indonesia hingga 2030.

Vice President CSR and SME Management PT Pertamina (Persero) Rudi Arifianto mengatakan program tersebut telah menjangkau 310 desa sejak mulai dilaksanakan pada 2018.

"Desa Energi Berdikari ini sebenarnya kita upayakan untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Rudi dalam webinar "Detalk Desa Berdaya Energi Terjaga" yang dipantau dari Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, program DEB dirancang untuk membantu masyarakat memanfaatkan potensi energi dan sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing.

Pertamina juga mengembangkan kegiatan ekonomi desa melalui sektor pariwisata, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Program Desa Energi Berdikari Telah Jangkau 310 Desa

Rudi menjelaskan bahwa program Desa Energi Berdikari telah berjalan sejak 2018 sebagai bagian dari upaya Pertamina mendukung pembangunan masyarakat.

Hingga November 2026, sebanyak 310 desa telah bergabung dalam program tersebut.

Pertamina mendorong desa-desa peserta untuk meningkatkan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber energi yang tersedia secara lokal.

Selain mendukung penyediaan energi, program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

"Kita masuk Desa Energi Berdikari itu ada untuk ketahanan pangan, kemudian ketahanan energi. Selain itu, kami juga membangun desa seperti pariwisata, dan pemberdayaan pesisir," ujarnya.

Rudi menilai pengembangan sumber energi di tingkat desa dapat mendukung berbagai kegiatan produktif masyarakat.

Pertamina Bangun 274 Instalasi Panel Surya dan Delapan Pembangkit Mikrohidro

Dalam pelaksanaan program DEB, Pertamina telah mengembangkan berbagai fasilitas energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Rudi menyebut perusahaan telah membangun 274 instalasi panel surya di desa-desa peserta program.

Selain itu, terdapat 25 fasilitas energi berbasis metana dan biogas serta pengembangan energi biodiesel.

Pertamina juga telah membangun delapan pembangkit listrik tenaga mikrohidro untuk mendukung penyediaan energi di pedesaan.

Pemanfaatan berbagai sumber energi tersebut disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurut Rudi, ketersediaan energi menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat desa.

Dengan tersedianya pasokan energi, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk menjalankan aktivitas produktif.

Pertamina Targetkan 732 Desa Energi Berdikari hingga 2030

Pertamina menetapkan target pengembangan program Desa Energi Berdikari menjadi 732 desa di seluruh Indonesia pada 2030.

Target tersebut berarti perusahaan berencana menambah jangkauan program dari 310 desa yang telah bergabung saat ini.

Rudi mengatakan sekitar 60 persen desa dalam target pengembangan program berada di luar Pulau Jawa.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat program ke berbagai wilayah Indonesia.

"Sampai dengan tahun 2030 kami memiliki target 732 DEB di seluruh Indonesia. Kita upayakan yang terbaik," katanya.

Pertamina akan melanjutkan pengembangan program dengan memperhatikan potensi energi serta kebutuhan ekonomi masyarakat di setiap desa.

Warga Desa Bondan Cilacap Rasakan Manfaat Akses Listrik

Salah satu wilayah yang telah merasakan manfaat program Desa Energi Berdikari adalah Desa Bondan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Tokoh penggerak lokal program DEB Bondan, Mohammad Jamaludin, mengatakan kehadiran program tersebut membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, warga sebelumnya menghadapi keterbatasan akses listrik karena lokasi desa berada di wilayah pelosok.

Setelah program berjalan, masyarakat kini dapat menikmati aliran listrik di rumah masing-masing.

"Kehidupan warga sekarang lebih baik. Karena kami berada di pelosok desa yang sebelumnya tidak dialiri listrik. Tapi sekarang listrik sudah mengalir di setiap rumah warga, sehingga berdampak pada perekonomian," kata dia.

Jamaludin menyebut tersedianya listrik memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Akses energi tersebut juga membantu warga menjalankan kegiatan sehari-hari dan mendukung aktivitas ekonomi di lingkungan desa.

Ketahanan Energi dan Pangan Jadi Fokus Pemberdayaan Desa

Pertamina menempatkan ketahanan energi dan ketahanan pangan sebagai dua fokus utama pengembangan Desa Energi Berdikari.

Selain membangun fasilitas energi, perusahaan juga mendorong pengembangan potensi desa melalui kegiatan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Program tersebut ditujukan agar manfaat penyediaan energi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pengalaman warga Desa Bondan menjadi salah satu contoh pemanfaatan energi untuk meningkatkan akses layanan dasar dan mendukung kegiatan ekonomi.

Dengan target 732 desa pada 2030, Pertamina berencana memperluas pelaksanaan program tersebut, terutama ke wilayah di luar Pulau Jawa.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026