
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumatera Utara selama sepekan ke depan, mulai Senin (2/11/2026), yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Ketua Tim Meteorology Early Warning System BMKG Martha Rosefina mengatakan kondisi cuaca tersebut diperkirakan terjadi terutama pada siang hingga dini hari.
"Cuaca di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan umumnya didominasi oleh kondisi hujan sedang hingga sangat lebat," kata Martha di Medan, Senin (2/11/2026).
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
BMKG Ungkap Penyebab Peningkatan Potensi Hujan Lebat
BMKG menjelaskan bahwa peningkatan potensi hujan di Sumatera Utara dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer.
Salah satu faktor utamanya adalah aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, anomali suhu muka laut yang hangat turut meningkatkan ketersediaan uap air di atmosfer.
Terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan angin dari pantai barat hingga pantai timur Sumatera Utara juga berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan.
Kondisi atmosfer yang labil semakin mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
BMKG memperingatkan bahwa hujan tersebut berpotensi disertai petir dan angin kencang dalam waktu singkat, terutama pada siang, sore, malam, hingga dini hari.
Medan, Deli Serdang, Langkat, hingga Nias Berpotensi Diguyur Hujan
BMKG mengidentifikasi sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat selama sepekan ke depan.
Wilayah tersebut meliputi Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.
Potensi hujan juga mencakup Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.
Sementara itu, wilayah Sibolga, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias, Nias Barat, dan Gunungsitoli turut masuk dalam daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut untuk memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
BMKG Minta Kepala Daerah Berkoordinasi dengan BPBD dan Aparat
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau pemerintah daerah meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.
Para kepala daerah diminta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri setempat untuk mengantisipasi dampak hujan lebat.
BMKG juga meminta pemerintah daerah terus mengikuti informasi cuaca yang disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan.
Koordinasi tersebut diperlukan agar langkah antisipasi dapat dilakukan sesuai perkembangan kondisi cuaca di masing-masing wilayah.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi prakiraan cuaca yang berasal dari sumber tidak resmi.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat Sumatera Utara untuk selalu memantau informasi cuaca terkini selama periode potensi hujan lebat.
Informasi resmi dapat diperoleh melalui akun media sosial Balai Besar MKG Wilayah I Medan, yakni @infobmkgsumut.
Masyarakat juga dapat menghubungi layanan informasi BMKG Wilayah I Medan melalui nomor 082168043653.
Selain melalui telepon, layanan informasi tersedia melalui alamat surat elektronik [email protected].
BMKG berharap masyarakat dapat mengambil langkah antisipatif berdasarkan informasi resmi agar aktivitas harian tetap berlangsung aman dan lancar di tengah potensi hujan lebat selama sepekan ke depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




