HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Myanmar Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Empat Siswa Myanmar Akan Belajar Penerbangan di Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Indonesia dan Myanmar Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Empat Siswa Myanmar Akan Belajar Penerbangan di Indonesia
Foto: Kuasa Usaha Ad Interim di KBRI Yangon Novan Ivanhoe Saleh dalam sesi penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Myanmar pada Indonesia Expo 2026 di Yangon, Myanmar, Sabtu 31/10/2026 (sumber: KBRI Yangon)

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Myanmar memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan pelatihan penerbangan melalui sejumlah kesepakatan yang dicapai dalam Indonesia Expo 2026 di Yangon, Myanmar, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kerja sama tersebut mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pengembangan kegiatan akademik, peluang beasiswa, pertukaran budaya, hingga pendidikan calon penerbang asal Myanmar di Indonesia.

Berdasarkan keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon yang diterima di Jakarta, Senin, kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

"Hasil tersebut membuka kesempatan bagi generasi muda Myanmar untuk mengembangkan kemampuan, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat Indonesia," menurut KBRI Yangon.

Universitas Indonesia dan Myanmar Sepakati Pertukaran Mahasiswa hingga Penelitian Bersama

Salah satu kerja sama pendidikan tinggi diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Widyatama dari Indonesia dan Yangon University of Foreign Languages (YUFL) dari Myanmar.

Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, pelaksanaan penelitian bersama, penyelenggaraan seminar akademik, serta penyusunan dan penerbitan publikasi ilmiah.

Melalui kerja sama ini, kedua perguruan tinggi berpeluang memperluas hubungan akademik sekaligus meningkatkan interaksi antara mahasiswa, tenaga pengajar, dan peneliti dari kedua negara.

Kerja sama lainnya dilakukan melalui penandatanganan MoU antara President University dan Knowledge Management & Dedication Company Limited (KMD).

Kesepakatan President University dan KMD meliputi pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelaksanaan program pertukaran mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan menyusun perjanjian pelaksanaan untuk mengatur realisasi berbagai program yang telah disepakati.

Selain itu, terdapat rencana penjajakan pemberian beasiswa pendidikan jenjang Sarjana (S1) bagi mahasiswa asal Myanmar yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Program pertukaran budaya juga menjadi salah satu peluang kerja sama yang akan dikembangkan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Myanmar.

KBRI Yangon berharap kesepakatan tersebut tidak hanya menghasilkan hubungan formal antarlembaga pendidikan, tetapi juga membangun kedekatan antara mahasiswa, pengajar, dan komunitas akademik kedua negara.

"Melalui kegiatan tersebut, hubungan antarkampus diharapkan tumbuh menjadi kedekatan antara mahasiswa, pengajar, dan komunitas akademik kedua bangsa," kata KBRI Yangon.

Empat Siswa Myanmar Akan Mengikuti Pendidikan Penerbangan di Indonesia

Selain pendidikan tinggi, Indonesia dan Myanmar juga mencapai kesepakatan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan profesi penerbangan.

Melalui kesepakatan tersebut, Sekolah Penerbang Perkasa akan menerima empat siswa asal Myanmar untuk mengikuti pendidikan sebagai calon penerbang di Indonesia.

Program ini memberikan kesempatan kepada generasi muda Myanmar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta pelatihan profesi penerbang melalui lembaga pendidikan penerbangan Indonesia.

KBRI Yangon menjelaskan bahwa penerimaan empat siswa tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU yang sebelumnya ditandatangani antara Sekolah Penerbang Perkasa dan Myanmar Airways pada awal 2026.

Kerja sama ini juga mencerminkan kepercayaan mitra Myanmar terhadap kualitas pendidikan dan pelatihan profesi yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Indonesia.

KBRI Yangon menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan berbagai kesepakatan agar kerja sama pendidikan yang telah dibangun dapat diwujudkan melalui program konkret.

"KBRI Yangon akan terus mendorong kesepakatan dan peluang yang terbuka berkembang menjadi program pendidikan yang memberi manfaat nyata," demikian KBRI Yangon.

Indonesia Expo 2026 Juga Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama Energi

Selain sektor pendidikan, Indonesia Expo 2026 turut menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Myanmar di bidang energi.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, yang merupakan hari pertama penyelenggaraan pameran, sebanyak empat MoU di sektor energi telah ditandatangani.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan ekonomi dan membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha kedua negara.

Indonesia Expo 2026 juga menghadirkan sebanyak 77 peserta yang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pameran dan penjajakan kerja sama ekonomi.

Selain pameran dan penandatanganan kesepakatan, kegiatan tersebut menyelenggarakan dua forum bisnis yang membahas peluang pengembangan hubungan perdagangan dan investasi.

Forum bisnis pertama membahas pemanfaatan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk memenuhi kebutuhan sektor energi, industri, dan ritel.

Sementara itu, forum bisnis kedua berfokus pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Kedua forum tersebut menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk menjajaki peluang kerja sama dan memperluas jaringan bisnis antara Indonesia dan Myanmar.

Perdagangan Indonesia dan Myanmar Capai Rp17,38 Triliun pada 2025

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, total nilai perdagangan Indonesia dan Myanmar sepanjang 2025 mencapai 958,9 juta dolar AS atau sekitar Rp17,38 triliun.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 687,1 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp12,45 triliun.

Data tersebut menunjukkan hubungan perdagangan yang telah terjalin antara Indonesia dan Myanmar di tengah upaya kedua negara memperluas kerja sama pada berbagai sektor.

Penyelenggaraan Indonesia Expo 2026 menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan mitra kerja sama dari kedua negara.

Berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut membuka peluang penguatan hubungan bilateral, khususnya pada sektor pendidikan tinggi, pelatihan penerbangan, energi, dan pengembangan usaha.

KBRI Yangon menegaskan komitmennya untuk terus mendorong tindak lanjut seluruh kesepakatan agar tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

Melalui langkah tersebut, kerja sama Indonesia dan Myanmar diharapkan dapat berkembang menjadi program nyata yang memperluas kesempatan pendidikan, meningkatkan kapasitas generasi muda, serta memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026