
Pantau - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menanam 5.850 bibit pohon melalui program Green Impact di tujuh wilayah Indonesia sebagai upaya memulihkan vegetasi lokal, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung keseimbangan ekosistem.
Kegiatan penghijauan tersebut dilaksanakan di Malang dan Banyuwangi, Jawa Timur; Magelang, Semarang, dan Banjarnegara, Jawa Tengah; Subang, Jawa Barat; serta Aceh.
Jenis tanaman yang digunakan meliputi pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis atau brasan, dan beringin, serta sejumlah tanaman produktif di lokasi tertentu.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan kegiatan tersebut melibatkan komunitas lokal, pengelola kawasan, pemerintah desa, dan instansi terkait untuk memastikan keberlanjutan penghijauan.
"Pemilihan jenis tersebut menjaga keberagaman vegetasi lokal dan mendukung keseimbangan ekosistem di kawasan penanaman," ujar Kindaris dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
PNM Libatkan Masyarakat untuk Pulihkan Vegetasi Lokal
Program Green Impact PNM berfokus pada penghijauan kawasan, pelestarian vegetasi lokal, dan pemulihan ekosistem di sejumlah wilayah Indonesia.
Kindaris menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga oleh tingkat pertumbuhan tanaman dan manfaatnya bagi lingkungan sekitar.
"Penghijauan baru berhasil bila tanaman tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih jenis tanaman endemik untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal, bekerja bersama komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa, serta melakukan monitoring secara berkala," ujar Kindaris.
Menurutnya, pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan kebutuhan pelestarian vegetasi di masing-masing kawasan.
PNM juga melakukan pemantauan berkala untuk memastikan tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026 yang menggabungkan pendakian gunung dengan aksi pelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan itu, para pegawai PNM melakukan pendakian ke sejumlah puncak gunung di Indonesia sekaligus menanam bibit pohon di kawasan lereng.
PNM Tanam 1.000 Bibit Pohon di Lereng Gunung Raung Banyuwangi
Salah satu lokasi penghijauan berada di lereng Gunung Raung yang memiliki ketinggian 3.344 meter di atas permukaan laut.
Penanaman dilakukan di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Di kawasan tersebut, PNM menanam sebanyak 1.000 bibit pohon yang terdiri atas 500 bibit cemara, 200 bibit durian, dan 300 bibit alpukat.
Penanaman tersebut ditujukan untuk mendukung fungsi kawasan resapan air, menjaga sumber air alami, serta membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem.
Keberadaan tanaman juga diharapkan dapat mendukung habitat flora dan fauna di sekitar kawasan Gunung Raung.
Selain manfaat lingkungan, penanaman durian dan alpukat diharapkan memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Sebanyak 500 Bibit Pohon Ditanam di Kawasan Gunung Prau
PNM juga melaksanakan kegiatan penghijauan di kawasan Gunung Prau, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Sebanyak 500 bibit pohon disalurkan untuk ditanam melalui kegiatan yang dipusatkan di Basecamp Dwarawati, Desa Dieng Kulon, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan relawan PNM serta pihak terkait dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan kawasan pegunungan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menyampaikan bahwa pohon memiliki peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan.
Menurut Herrina, keberadaan pohon dapat membantu menjaga ketersediaan air tanah, mengurangi risiko erosi, menyerap emisi karbon, serta menghasilkan oksigen.
Ia juga mengingatkan bahwa manfaat penanaman pohon tidak dapat langsung terlihat dalam waktu singkat.
Dampak penghijauan baru dapat dirasakan dalam beberapa tahun sehingga perawatan dan pemantauan tanaman menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
PNM Tekankan Perawatan Pohon agar Penghijauan Berkelanjutan
Melalui penanaman 5.850 bibit di tujuh wilayah, PNM berupaya menggabungkan kegiatan pelestarian lingkungan dengan keterlibatan masyarakat setempat.
Kerja sama dengan komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa dilakukan untuk mendukung pemeliharaan tanaman setelah kegiatan penanaman selesai.
PNM menekankan bahwa pertumbuhan tanaman dan manfaatnya terhadap lingkungan menjadi ukuran keberhasilan program penghijauan.
Pemantauan secara berkala juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman di masing-masing lokasi.
Dengan pendekatan tersebut, PNM berharap kegiatan penanaman dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi vegetasi lokal, sumber daya air, dan masyarakat di sekitar kawasan penghijauan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




