HOME  ⁄  Nasional

Duta Besar Negara Sahabat Temui Prabowo di Istana, Komitmen Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Duta Besar Negara Sahabat Temui Prabowo di Istana, Komitmen Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menerima surat kepercayaan atau letters of credence dari duta besar (dubes) negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 6/11/2026 (sumber: BPMI Setpres)

Pantau - Para duta besar negara sahabat menyatakan komitmen memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis dengan Indonesia setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Komitmen tersebut mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, hingga pembangunan ekonomi.

Indonesia dinilai sebagai mitra penting bagi sejumlah negara dalam memperluas hubungan internasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global.

Sejumlah perwakilan diplomatik dari Uni Eropa, Austria, Swiss, Jepang, dan Malaysia menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral dengan Indonesia.

Uni Eropa Siapkan Babak Baru Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphini, menyatakan hubungan Indonesia dan Uni Eropa tengah memasuki momentum penting yang berpotensi membuka babak baru kemitraan kedua pihak.

Menurut Delphini, penguatan hubungan tersebut menjadi semakin relevan di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak geoekonomi yang sedang berlangsung secara global.

"Saya ingin menyampaikan bahwa di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian geopolitik dan gejolak geoekonomi, hubungan yang kuat antara Uni Eropa dan Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dan dunia bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi bagi dunia," katanya.

Delphini menilai hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Uni Eropa tidak hanya memberikan keuntungan bagi kedua pihak, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap masyarakat internasional.

Salah satu agenda penting dalam hubungan tersebut adalah rencana penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa.

Selain rencana penandatanganan perjanjian ekonomi, hubungan Indonesia dan Uni Eropa juga direncanakan meningkat menjadi kemitraan strategis.

Delphini menilai kedua langkah tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dan Uni Eropa dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Austria dan Swiss Dorong Penguatan Perdagangan serta Investasi

Optimisme terhadap peningkatan hubungan ekonomi juga disampaikan Duta Besar LBBP Austria untuk Indonesia, Alexander Rieger.

Rieger berharap implementasi IEU-CEPA dapat menjadi momentum untuk memperluas hubungan ekonomi antara Indonesia dan Austria, khususnya dalam sektor bisnis.

"Kami optimistis hal ini akan memberikan dorongan kuat untuk makin mendekatkan negara-negara kami di sektor bisnis," katanya.

Selain mendorong pertumbuhan hubungan perdagangan dan investasi, Austria juga berharap kerja sama dengan Indonesia semakin berkembang dalam bidang kebudayaan dan hubungan antarmasyarakat.

Sementara itu, Duta Besar LBBP Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Obolensky menyoroti hubungan Indonesia dan Swiss yang telah berlangsung selama 75 tahun sebagai fondasi penting dalam memperluas kemitraan.

Hubungan kedua negara selama ini mencakup sejumlah sektor utama, terutama perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi.

Penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat melanjutkan hubungan yang telah terjalin sekaligus membuka peluang kemitraan baru bagi kedua negara.

Jepang Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif

Dari kawasan Asia Timur, Duta Besar LBBP Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, menyampaikan komitmen negaranya untuk semakin memperkuat kemitraan strategis komprehensif dengan Indonesia.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang telah berlangsung sejak 1958 dan terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama bilateral.

Kemitraan kedua negara kini mencakup hubungan strategis komprehensif yang menjadi landasan dalam memperluas kerja sama di berbagai bidang.

Ueno menekankan pentingnya melanjutkan penguatan hubungan tersebut sebagai bagian dari komitmen Jepang dalam menjaga kemitraan jangka panjang dengan Indonesia.

Malaysia Tekankan Persahabatan dan Kedekatan Budaya dengan Indonesia

Duta Besar LBBP Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, turut menegaskan pentingnya memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin erat antara kedua negara.

Muzafar menyoroti kedekatan geografis, sejarah, sosial, dan budaya sebagai fondasi utama hubungan Indonesia dan Malaysia.

Menurutnya, hubungan kedua negara tidak hanya didasarkan pada kepentingan pemerintahan, tetapi juga pada persahabatan yang telah berlangsung lama di antara masyarakat.

"Secara historis, kita memiliki keterkaitan sosial dan budaya. Yang terpenting adalah persahabatan yang langgeng di antara masyarakat kita. Oleh karena itu, selama masa jabatan saya, saya ingin melanjutkan fondasi hubungan baik yang telah dibangun oleh para pemimpin kita, guna memperkuat hubungan kita di berbagai aspek," ucapnya.

Muzafar menyatakan keinginannya untuk melanjutkan hubungan baik yang telah dibangun oleh para pemimpin kedua negara selama menjalankan tugas diplomatiknya di Indonesia.

Penguatan hubungan tersebut diharapkan dapat mencakup berbagai sektor kerja sama dengan tetap mempertahankan kedekatan sosial dan budaya masyarakat Indonesia serta Malaysia.

Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari 11 Duta Besar Negara Sahabat

Sebelumnya, Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima surat kepercayaan atau letters of credence dari 11 duta besar negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Arrmanatha memberikan keterangan tersebut saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan menjelang pelaksanaan penyerahan surat kepercayaan.

"Ini mau ada penyerahan credential dubes-dubes asing. Ada 11 (duta besar)," ujar Arrmanatha saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menyebut sejumlah negara yang perwakilan diplomatiknya menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo, antara lain Austria, Belgia, Jepang, dan Malaysia.

Penyerahan surat kepercayaan merupakan bagian dari proses diplomatik resmi bagi para duta besar negara sahabat untuk menjalankan tugas sebagai perwakilan diplomatik di Indonesia.

Melalui proses tersebut, para duta besar menyampaikan komitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan hubungan kerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Pernyataan para perwakilan Uni Eropa, Austria, Swiss, Jepang, dan Malaysia menunjukkan fokus penguatan hubungan dengan Indonesia melalui sektor ekonomi, perdagangan, investasi, kebudayaan, serta hubungan antarmasyarakat.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026