HOME  ⁄  Nasional

Bio Farma Kembangkan Vaksin TB Generasi Baru, BPOM Setujui Uji Klinis Fase 1 Berbasis Lipovaxin

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bio Farma Kembangkan Vaksin TB Generasi Baru, BPOM Setujui Uji Klinis Fase 1 Berbasis Lipovaxin
Foto: Bio Farma paparkan progres pengembangan vaksin TB produk Indonesia dalam 40th Stop TB Partnership Board Meeting, Denpasar, Bali, Jumat 6/11/2026 (sumber: Bio Farma)

Pantau - PT Bio Farma (Persero) mengembangkan kandidat vaksin tuberkulosis (TB) generasi baru berbasis teknologi Lipovaxin yang telah memperoleh persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjalani uji klinis fase 1.

Pengembangan vaksin tersebut dipaparkan Bio Farma dalam forum 40th Stop TB Partnership Board Meeting di Denpasar, Bali, Jumat (6/11/2026).

Kandidat vaksin berbasis liposom itu dikembangkan melalui kerja sama antara Bio Farma dan perusahaan asal Australia, Lipotek, sebagai bagian dari upaya memperkuat inovasi vaksin TB di Indonesia.

Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, menjelaskan perkembangan riset tersebut dalam sesi TB Vaccines: Are We Ready? pada forum internasional itu.

"Saat ini kami sedang mengembangkan vaksin TB generasi baru.", ungkap Dicky.

BPOM Setujui Uji Klinis Fase 1 Vaksin TB Lipovaxin

BPOM telah memberikan persetujuan pelaksanaan uji klinis fase 1 terhadap kandidat vaksin TB berbasis Lipovaxin yang dikembangkan Bio Farma bersama Lipotek.

Uji klinis tahap awal tersebut dirancang untuk mengevaluasi keamanan kandidat vaksin sekaligus mengukur respons imun yang dihasilkan pada peserta dewasa dalam kondisi sehat.

Bio Farma juga telah melakukan berbagai persiapan teknis dan manufaktur untuk mendukung kelanjutan pengembangan vaksin TB generasi baru tersebut.

Dicky berharap pengembangan kandidat vaksin dapat memasuki tahapan lanjutan pada 2028 atau 2029, termasuk kemungkinan peningkatan skala produksi apabila hasil penelitian mendukung.

Namun, kemajuan pengembangan vaksin menuju tahap berikutnya tetap bergantung pada hasil uji klinis dan pemenuhan seluruh persyaratan regulasi yang berlaku.

Dicky turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pengembangan inovasi vaksin yang dapat mendukung upaya eliminasi tuberkulosis.

Pengembangan vaksin TB menjadi perhatian penting mengingat Indonesia masih menghadapi beban penyakit tuberkulosis yang tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari jumlah penderita TB di seluruh dunia pada 2024.

Berdasarkan perkiraan tersebut, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah penderita TB terbesar di dunia setelah India.

Bio Farma Jajaki Alih Teknologi Vaksin TB M72 dengan India

Selain mengembangkan kandidat vaksin berbasis Lipovaxin, Bio Farma juga menjajaki peluang kerja sama internasional terkait kandidat vaksin TB M72/AS01E.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyoroti potensi pengembangan vaksin M72/AS01E dalam wawancara di sela-sela forum internasional tersebut.

Kandidat vaksin M72/AS01E awalnya dikembangkan oleh GlaxoSmithKline (GSK) dan telah melewati tahapan uji klinis fase 1 serta fase 2.

Saat ini, kandidat vaksin tersebut masih menjalani uji klinis fase 3 yang disponsori oleh Gates Medical Research Institute (Gates MRI).

Shadiq menegaskan bahwa kemitraan internasional dalam pengembangan vaksin TB perlu memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuan industri farmasi dan vaksin nasional.

"Bagi Bio Farma, kemitraan internasional perlu memperkuat kemampuan industri di Indonesia agar kita lebih siap mendukung pasokan vaksin TB bagi masyarakat. Untuk kandidat M72, kami sedang menjajaki kerja sama dengan Serum Institute of India untuk melihat kemungkinan alih teknologi formulasi di dalam negeri.", ujar Shadiq.

Penjajakan kerja sama dengan Serum Institute of India tersebut diarahkan untuk mengevaluasi kemungkinan pelaksanaan alih teknologi formulasi kandidat vaksin M72 di Indonesia.

Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kesiapan industri vaksin nasional dalam mendukung penyediaan vaksin TB apabila kandidat tersebut berhasil melewati tahapan pengembangan dan memperoleh izin edar.

Sebelumnya, pada Juli 2026, Gates MRI mengumumkan kesepakatan dengan Serum Institute of India terkait persiapan produksi antigen M72.

Kesepakatan tersebut juga mencakup rencana pelibatan produsen lokal di Indonesia dan Afrika Selatan dalam bagian tertentu dari rantai pasok vaksin.

Bio Farma Siapkan Dua Jalur Penyediaan Vaksin TB

Bio Farma turut mempertimbangkan aspek keterjangkauan harga dalam perencanaan akses dan penyediaan vaksin TB bagi masyarakat.

Shadiq menekankan bahwa keterjangkauan harga perlu menjadi perhatian sejak tahap awal agar pengembangan vaksin dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila nantinya memperoleh persetujuan penggunaan.

Bio Farma mempertimbangkan dua kemungkinan jalur penyediaan vaksin TB, yakni melalui program pemerintah dan jalur komersial.

Apabila vaksin disediakan melalui program pemerintah, pelaksanaannya akan mengikuti kebijakan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, apabila vaksin dipasarkan melalui jalur komersial, penentuan harga akan mempertimbangkan berbagai komponen biaya.

Komponen tersebut mencakup biaya penelitian, investasi fasilitas produksi, serta biaya operasional yang diperlukan dalam proses pengembangan dan penyediaan vaksin.

Shadiq juga berharap penguatan kemampuan industri vaksin nasional dan koordinasi dengan regulator dapat mendukung proses evaluasi vaksin secara lebih efisien.

Meski demikian, keputusan pemberian izin edar tetap menjadi kewenangan BPOM berdasarkan penilaian terhadap data hasil uji klinis dan pemenuhan seluruh persyaratan regulasi.

Persiapan teknis, peningkatan kemampuan manufaktur, serta penjajakan kemitraan internasional menjadi bagian dari langkah Bio Farma dalam menyiapkan kapasitas produksi dan pasokan vaksin TB di Indonesia.

Melalui pengembangan kandidat vaksin Lipovaxin dan penjajakan kerja sama terkait M72/AS01E, Bio Farma menjalankan dua upaya untuk memperkuat penguasaan teknologi serta kesiapan industri vaksin nasional.

Ketersediaan kedua kandidat vaksin tersebut bagi masyarakat tetap bergantung pada keberhasilan seluruh tahapan uji klinis dan persetujuan regulator sebelum dapat digunakan secara luas.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026