HOME  ⁄  Nasional

Koleksi Sastra HB Jassin Diakui sebagai Warisan Dokumenter Asia-Pasifik, UNESCO Catat 9.328 Arsip Bersejarah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Koleksi Sastra HB Jassin Diakui sebagai Warisan Dokumenter Asia-Pasifik, UNESCO Catat 9.328 Arsip Bersejarah
Foto: (Sumber :Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono menyerahkan piagam "Memory of the World Committee for Asia and the Pacific" (MOWCAP) untuk PDS HB Jassin kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.)

Pantau - Koleksi Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin resmi masuk dalam daftar Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) Regional Register sebagai warisan dokumenter bernilai penting bagi kawasan Asia-Pasifik.

Pengakuan tersebut diberikan dalam rangkaian pertemuan umum ke-11 MOWCAP dan seminar internasional bertajuk The World of Water yang berlangsung di Jakarta pada 2–6 November 2026.

Sebanyak 9.328 koleksi dokumentasi sastra HB Jassin menjadi bagian dari warisan yang diakui karena merekam perkembangan kesusastraan modern Indonesia serta hubungan intelektual para sastrawan Asia Tenggara sejak dekade 1930-an.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan pengakuan tersebut menunjukkan pentingnya koleksi sastra Jakarta dalam konteks sejarah dan kebudayaan internasional.

"Pengakuan ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki warisan dokumenter yang tidak hanya penting bagi masyarakatnya sendiri, tetapi juga memiliki nilai dan relevansi bagi masyarakat internasional," kata Nasruddin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Koleksi HB Jassin Masuk Daftar Warisan Dokumenter Asia-Pasifik

Pengakuan terhadap koleksi PDS HB Jassin diberikan melalui pencatatan dalam MOWCAP Regional Register.

Koleksi yang memperoleh pengakuan tersebut berjudul HB Jassin Literary Documentation Centre: Records of Modern Southeast Asia Literary Networking Hub.

Pencatatan ini menjadi bagian dari kegiatan internasional MOWCAP yang diselenggarakan di Jakarta pada 2–6 November 2026.

Penyerahan sertifikat simbolis dilakukan kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta sebagai perwakilan pemerintah provinsi di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia.

Sertifikat tersebut kemudian diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (6/11/2026).

Pengakuan MOWCAP melanjutkan pencapaian PDS HB Jassin yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa pada 2025.

"Kedua pengakuan tersebut mempertegas nilai penting dokumentasi sastra HB Jassin, tidak hanya dalam merekam perjalanan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga dalam menggambarkan keterhubungan intelektual dan kebudayaan masyarakat Asia Tenggara," ujarnya.

Sebanyak 9.328 Arsip Rekam Jejak Sastra Modern Asia Tenggara

Koleksi PDS HB Jassin bermula dari dokumentasi pribadi sastrawan sekaligus kritikus sastra Indonesia, Hans Bague Jassin, sejak dekade 1930-an.

Dokumentasi tersebut berkembang menjadi salah satu sumber penting untuk menelusuri perjalanan kesusastraan modern Indonesia.

Sekitar 9.328 item yang tersimpan mencakup berbagai dokumen sejarah dan karya sastra dari sejumlah negara Asia Tenggara.

Koleksi tersebut merekam hubungan intelektual para sastrawan Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Jenis dokumentasinya meliputi surat-menyurat pribadi, manuskrip, arsip kegiatan kesusastraan, kliping surat kabar, karya penelitian, dan rekaman audio.

Berbagai dokumen tersebut memperlihatkan pertukaran gagasan, hubungan profesional, serta perkembangan jejaring kebudayaan antarsastrawan lintas negara.

Koleksi ini juga menjadi sumber autentik bagi penelitian sejarah sastra dan hubungan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

Pemprov DKI Ajak Masyarakat Ikut Melestarikan Arsip Bersejarah

Nasruddin menegaskan pelestarian warisan dokumenter membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga kebudayaan, dan masyarakat.

Menurut dia, perpustakaan, galeri, museum, serta lembaga kearsipan memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga pengetahuan dan memori kolektif.

"Upaya pelestarian tidak dapat hanya bergantung pada institusi pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga ingatan kolektif kota. Kami mendorong masyarakat Jakarta untuk terus membangun diskusi, pertukaran gagasan, dan wacana mengenai sejarah serta kebudayaan," papar Nasruddin.

Ia mengajak masyarakat yang menyimpan surat, foto, manuskrip, catatan, atau dokumen bernilai sejarah untuk berkonsultasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta.

Langkah tersebut bertujuan membantu penelusuran nilai informasi serta menentukan kebutuhan penanganan dan pelestarian dokumen.

"Upaya diperlukan agar nilai informasi dalam dokumen dapat ditelusuri dan, apabila memenuhi persyaratan, memperoleh penanganan serta pelestarian yang tepat," ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen menjaga koleksi dokumenter agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan mendatang.

Pramono Anung Dorong PDS HB Jassin Jadi Pusat Penelitian Sastra Internasional

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut baik keberhasilan PDS HB Jassin memperoleh pengakuan dalam MOWCAP Regional Register.

Pramono menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam proses pencatatan tersebut.

Ia berharap pengakuan internasional tersebut mendorong pengembangan PDS HB Jassin sebagai pusat dokumentasi, penelitian, dan kolaborasi kesusastraan.

Menurut Pramono, pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan PDS HB Jassin hingga tingkat regional dan internasional.

"Pengakuan MOWCAP juga diharapkan semakin memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian arsip dan dokumentasi sebagai sumber pengetahuan, identitas, serta bukti perjalanan peradaban," ucapnya.

Pengakuan ini menambah pencapaian PDS HB Jassin setelah sebelumnya memperoleh status Memori Kolektif Bangsa pada 2025.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026