HOME  ⁄  Nasional

Polsek Bambanglipuro Bina 20 Warga Bantul Beternak 500 Ayam Petelur untuk Ketahanan Pangan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Polsek Bambanglipuro Bina 20 Warga Bantul Beternak 500 Ayam Petelur untuk Ketahanan Pangan
Foto: Salah satu anggota Kelompok Budidaya Ayam Petelur Endok Mulyo tengah memanen telur di kandangnya yang berlokasi di Padukuhan Gedongan, Kalurahan Sumbermulyo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (6/11/2026).

Pantau - Kepolisian Sektor (Polsek) Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ayam petelur di Padukuhan Gedongan, Kalurahan Sumbermulyo, untuk memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian keluarga.

Program yang dimulai pada Februari 2026 tersebut kini berkembang menjadi kelompok peternakan bernama Endok Mulyo dengan sekitar 20 anggota yang membudidayakan 400 hingga 500 ekor ayam petelur.

Kapolsek Bambanglipuro AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan kegiatan tersebut berawal dari inisiatif lima warga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk memelihara ayam petelur.

"Program ini muncul pada bulan Februari 2026, yang diawali dari lima warga," katanya di Bantul, Minggu (8/11/2026).

Seiring perkembangan program, warga dari dua rukun tetangga (RT) di Padukuhan Gedongan mulai terlibat dalam kegiatan budidaya tersebut.

Kelompok Endok Mulyo juga telah didaftarkan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul.

Pekarangan Rumah Dimanfaatkan untuk Produksi Telur

Jeffry menjelaskan bahwa program peternakan ayam petelur bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah yang sebelumnya kurang produktif.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pembinaan masyarakat agar mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.

"Kami bersama-sama mengembangkan budidaya ayam petelur secara mandiri, warga awalnya belajar otodidak dari YouTube," ujarnya.

Menurutnya, pengetahuan dasar pemeliharaan ayam yang diperoleh warga kemudian diterapkan dalam kegiatan budidaya di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Melalui pemberdayaan warga mengubah pekarangan yang kurang produktif menjadi 'lumbung protein' keluarga," ujarnya.

Telur yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga, sedangkan sebagian lainnya dijual sebagai sumber pemasukan tambahan.

Hasil Penjualan Telur Diputar untuk Modal Usaha

Jeffry mengatakan kegiatan budidaya tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi warga.

Pendapatan dari penjualan sebagian telur digunakan kembali untuk membeli ayam, pakan, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Program ini juga untuk kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan sebagian hasil produksi untuk dijual sehingga menghasilkan kas harian/mingguan yang diputar kembali untuk membeli ayam, pakan, dan kebutuhan rumah tangga," katanya.

Ketua Kelompok Endok Mulyo, Sarjana, menjelaskan bahwa jenis ayam yang dibudidayakan warga adalah ayam petelur Lohmann.

Menurutnya, ayam jenis tersebut memiliki kemampuan menghasilkan sekitar satu butir telur per ekor setiap hari.

"Produksi harian masing-masing peternak kurang lebih tiga sampai empat butir telur karena ada tiga hingga lima ekor ayam," katanya.

Para anggota kelompok juga menyisihkan sebagian hasil panen untuk kas bersama yang digunakan membeli pakan pabrikan secara kolektif.

Selain itu, sejumlah peternak mulai menabung dari hasil penjualan telur untuk membeli bibit ayam baru.

Pemasaran Telur Masih Menjadi Tantangan

Sarjana mengakui bahwa pengembangan budidaya ayam petelur masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam memperluas jaringan pemasaran.

Menurutnya, peningkatan jumlah ayam dan produksi telur perlu diimbangi dengan akses pembeli agar kegiatan usaha dapat terus berkembang.

Polsek Bambanglipuro turut membantu memasarkan hasil produksi kelompok kepada sejumlah instansi dan anggota kepolisian.

"Pak Kapolsek makanya sering bantu pemasaran kami, ditawarkan ke sejumlah instansi, anggota kepolisian di Polres maupun Polsek gitu," katanya.

Saat ini, Kelompok Endok Mulyo mengelola sekitar 400 hingga 500 ekor ayam petelur yang dibudidayakan oleh kurang lebih 20 anggota.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026