
Pantau - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dua pendaki berusia 19 tahun yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada hari kedua operasi pencarian, Minggu (8/11/2026).
Kedua pendaki tersebut berinisial BKW (19), warga Kabupaten Sidoarjo, dan MWF (19), warga Kota Surabaya, yang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian pada Sabtu (7/11/2026).
Koordinator Tim Pencarian atau On Scene Coordinator (OSC) S Jefriyanzah Putra Pratama mengatakan operasi pencarian dimulai dengan pengarahan kepada seluruh personel sebelum tim bergerak menyisir sejumlah jalur pendakian.
"Operasi SAR diawali dengan brifing pada pukul 06.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembagian Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran di sejumlah jalur pendakian Gunung Semeru," kata Jefriyanzah di Lumajang.
Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam beberapa kelompok untuk menjangkau kawasan yang diduga menjadi jalur perjalanan kedua pendaki.
Tim SAR Sisir Jalur Ranu Pani hingga Kalimati
Jefriyanzah menjelaskan tim pencarian pertama atau SRU I melakukan penyisiran dari Gerbang Pendakian Gunung Semeru di Ranu Pani menuju Ranu Kumbolo.
Penyisiran jalur tersebut memiliki estimasi waktu tempuh sekitar empat jam dan telah dimulai sejak hari pertama operasi pada Sabtu (7/11/2026).
Sementara itu, SRU II bergerak dari kawasan Ranu Pani melalui jalur Ayak-ayak dengan tujuan menuju Kalimati.
Setelah melakukan penyisiran pada masing-masing sektor, kedua tim melanjutkan pencarian dari Kalimati menuju kawasan puncak Gunung Semeru.
Perjalanan dari Kalimati menuju kawasan puncak diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam.
"Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah," katanya.
Kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu faktor yang dipantau selama operasi pencarian berlangsung.
Sebanyak 50 Personel Dilibatkan dalam Pencarian
Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan operasi pencarian melibatkan sekitar 50 personel dari berbagai unsur SAR gabungan.
Personel yang terlibat berasal dari Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.
Operasi tersebut juga melibatkan Pos Pengamatan Gunung Semeru, pemandu pendakian terdaftar, TNI, Polri, unsur potensi SAR, dan masyarakat setempat.
Seluruh unsur yang terlibat bekerja sama untuk memperluas jangkauan pencarian di sejumlah jalur pendakian Gunung Semeru.
Drone Termal Dikerahkan untuk Mendukung Operasi
Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian di kawasan pegunungan.
Peralatan yang digunakan meliputi kendaraan operasional, drone thermal atau pesawat nirawak berkamera termal, perlengkapan pendakian, serta peralatan penyelamatan di kawasan hutan.
Selain itu, tim menyiapkan peralatan medis, perlengkapan evakuasi, dan alat komunikasi untuk menunjang koordinasi selama operasi berlangsung.
Kantor SAR Banyuwangi bersama seluruh unsur gabungan terus mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Pihak SAR berharap kedua pendaki dapat segera ditemukan melalui penyisiran yang dilakukan pada sejumlah sektor.
Kedua Pendaki Diduga Tidak Mengantongi Izin Resmi
Berdasarkan informasi yang disampaikan, BKW dan MWF dilaporkan hilang saat melakukan pendakian Gunung Semeru pada Sabtu (7/11/2026).
Kedua pendaki tersebut diduga melakukan pendakian tanpa melalui prosedur perizinan resmi yang berlaku.
Hingga laporan pencarian hari kedua disampaikan, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran untuk menemukan keberadaan keduanya.
Operasi pencarian terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat serta dukungan peralatan khusus di kawasan Gunung Semeru.
- Penulis :
- Gerry Eka




