
Pantau - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Sri Nurhaida Pratiwi, yang diduga menjadi korban penyekapan di Uni Emirat Arab (UEA), telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Kepala UPTD Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) PMI Disnakertrans Jawa Barat Yanu Krisdiyan mengatakan Sri saat ini berada di tempat aman dan telah mendapatkan penanganan dari instansi terkait.
"(PMI berasal dari Cililin) Sudah dalam kondisi selamat baik dan aman," kata Yanu melalui pesan singkat di Bandung, Minggu (8/11/2026).
Yanu memastikan Sri tidak mengalami luka fisik akibat peristiwa dugaan penyekapan yang dialaminya selama berada di luar negeri.
Meski demikian, Sri diperkirakan masih mengalami trauma setelah menghadapi situasi tersebut.
"Kalau rasa takut mungkin ada," ujarnya.
Pemulangan Menunggu Pemeriksaan Kepolisian
Disnakertrans Jawa Barat menyatakan proses pemulangan Sri kepada keluarganya akan dilakukan setelah pemeriksaan kepolisian selesai.
Yanu menjelaskan proses tersebut mencakup penyusunan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap pihak keluarga.
Kasus yang dialami Sri telah dilaporkan kepada Kepolisian Daerah Jawa Barat karena terdapat dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dugaan tersebut berkaitan dengan proses keberangkatan maupun penempatan Sri sebagai pekerja migran di luar negeri.
"Segera dikembalikan ke keluarga setelah proses BAP selesai," katanya.
Disnakertrans Jawa Barat terus berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan proses pemulangan berlangsung lancar.
Pendampingan juga akan diberikan hingga Sri dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.
Keluarga Sempat Kehilangan Komunikasi
Sebelumnya, keberadaan Sri terlacak di wilayah Ajman, Uni Emirat Arab, setelah keluarganya kehilangan komunikasi dengan pekerja migran tersebut.
Komunikasi terakhir antara Sri dan keluarganya berlangsung melalui panggilan video WhatsApp pada Senin (12/10/2026).
Dalam panggilan tersebut, Sri terlihat berada di sebuah ruangan tertutup bersama seseorang yang identitasnya belum diketahui.
Sri juga sempat menyampaikan kepada keluarganya bahwa dirinya sedang disekap.
Tidak lama setelah panggilan video berakhir, keluarga menerima pesan suara dari nomor tidak dikenal yang menyatakan Sri berada dalam kondisi baik.
Namun, keluarga saat itu belum dapat memastikan kebenaran informasi yang disampaikan melalui pesan suara tersebut.
Keberangkatan Diduga Tidak Sesuai Prosedur
Berdasarkan penelusuran melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), tidak ditemukan data penempatan Sri Nurhaida Pratiwi ke Uni Emirat Arab.
Ketiadaan data penempatan tersebut menimbulkan dugaan bahwa keberangkatan Sri sebagai pekerja migran dilakukan melalui jalur nonprosedural.
Dugaan pelanggaran dalam proses keberangkatan dan penempatan tersebut menjadi bagian dari perkara yang telah dilaporkan kepada Polda Jawa Barat.
Disnakertrans Jawa Barat memastikan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait terus dilakukan untuk mendukung penanganan kasus serta pemulangan Sri kepada keluarganya.
- Penulis :
- Gerry Eka




