HOME  ⁄  News

Taiwan Terima Tiga Jet Tempur F-16 Baru dari AS, China Kembali Soroti Penjualan Senjata

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Taiwan Terima Tiga Jet Tempur F-16 Baru dari AS, China Kembali Soroti Penjualan Senjata
Foto: Ilustrasi - Jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS).

Pantau - Taiwan menerima tiga pesawat tempur F-16V Block 70 buatan Amerika Serikat (AS) dalam pengiriman gelombang kedua yang tiba pada Minggu (8/11/2026), sebagai bagian dari pembelian 66 unit pesawat tempur yang telah disepakati sebelumnya.

Otoritas Pertahanan Nasional Taiwan mengonfirmasi kedatangan ketiga pesawat tersebut melalui pernyataan resmi setelah dua unit pertama diterima pada awal Oktober 2026.

"Dua unit pertama. Kini tiga unit lagi. Gelombang kedua pesawat F16_BLK70 mendarat di Taiwan hari ini," tulis pernyataan kementerian tersebut.

Menurut laporan Kantor Berita Pusat Taiwan (CNA), ketiga pesawat mendarat di Pangkalan Udara Chihhang, Kabupaten Taitung, Taiwan tenggara, sekitar pukul 11.00 waktu setempat atau 10.00 WIB.

Pesawat yang tiba dalam pengiriman terbaru tersebut masing-masing memiliki nomor ekor 6729, 6731, dan 6732.

Pengiriman Bagian dari Pembelian 66 Jet Tempur

Pengiriman tiga jet tempur terbaru merupakan kelanjutan dari kesepakatan pembelian 66 pesawat F-16V yang disetujui Amerika Serikat pada 2019.

Nilai kesepakatan tersebut mencapai sekitar delapan miliar dolar AS atau setara Rp144,87 triliun.

Berdasarkan rencana awal, pengiriman pesawat tempur dijadwalkan dimulai pada 2023 dan diselesaikan pada 2026.

Namun, pelaksanaan pengiriman mengalami penundaan dari jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan.

Pada awal Oktober 2026, media The War Zone melaporkan Taiwan telah menerima dua jet tempur F-16V Block 70 pertama dari Amerika Serikat.

Kedua pesawat tersebut menjadi jet tempur baru hasil perakitan pabrik pertama yang dikirim ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

Dengan kedatangan tiga pesawat tambahan, jumlah F-16V Block 70 yang telah diterima Taiwan dalam dua gelombang pengiriman tersebut mencapai lima unit.

China Tegaskan Penolakan Penjualan Senjata AS

Pengiriman pesawat tempur Amerika Serikat ke Taiwan berlangsung di tengah penolakan China terhadap kerja sama militer Washington dengan otoritas di pulau tersebut.

Beijing memandang Taiwan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Rakyat China.

Pemerintah China juga menegaskan penerapan prinsip Satu China merupakan syarat bagi negara lain untuk menjalin atau mempertahankan hubungan diplomatik dengan Beijing.

Hubungan resmi antara pemerintah pusat China dan Taiwan terputus sejak 1949.

China berulang kali meminta Amerika Serikat menghentikan penjualan persenjataan kepada Taiwan karena dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan kerja sama militer Amerika Serikat dengan Taiwan, termasuk penjualan senjata, merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip Satu China.

Beijing juga menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan tiga komunike bersama China dan Amerika Serikat.

Menurut Kementerian Luar Negeri China, penjualan persenjataan tersebut merugikan kedaulatan dan kepentingan keamanan negaranya.

China turut memperingatkan bahwa kerja sama militer Washington dengan Taiwan dapat mengancam stabilitas kawasan Selat Taiwan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026