HOME  ⁄  News

COP31 di Turkiye Dimulai 9 November, Fokus pada Aksi Nyata Penanganan Perubahan Iklim

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

COP31 di Turkiye Dimulai 9 November, Fokus pada Aksi Nyata Penanganan Perubahan Iklim
Foto: Ilustrasi - Arena pelaksanaan Konferensi Para Pihak ke-31 (COP31) Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di kota wisata Antalya, pesisir Mediterania, Turkiye.

Pantau - Konferensi Para Pihak ke-31 (COP31) Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim akan berlangsung di Antalya, Turkiye, pada 9–20 November 2026 dengan fokus mendorong pelaksanaan aksi nyata menghadapi perubahan iklim global.

Konferensi tersebut akan mempertemukan kepala negara, pejabat senior, akademisi, dan perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara untuk membahas kebijakan iklim serta pembangunan berkelanjutan.

Turkiye menjadi pemimpin penyelenggaraan COP31 tahun ini dengan mengusung tema "COP Masa Depan - COP Implementasi".

Penyelenggaraan konferensi tersebut berlandaskan tiga pilar utama, yakni dialog, konsensus, dan aksi.

Melalui pendekatan tersebut, COP31 bertujuan memperkuat kepercayaan dan kerja sama antarnegara sekaligus mendorong penerjemahan komitmen iklim menjadi tindakan nyata yang terukur.

Konferensi iklim tahunan yang pertama kali diselenggarakan di Berlin pada 1995 itu menjadi forum bagi negara-negara peserta untuk mengevaluasi kemajuan penanganan perubahan iklim dan merumuskan keputusan bersama.

COP31 Gunakan Kawasan Seluas 1,1 Juta Meter Persegi

Penyelenggaraan COP31 di Antalya dipusatkan pada kawasan seluas 1,1 juta meter persegi yang terbagi menjadi Zona Biru (Blue Zone) dan Zona Hijau (Green Zone).

Zona Biru disiapkan sebagai pusat negosiasi resmi berdasarkan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim.

Kawasan tersebut akan menjadi lokasi pertemuan tingkat tinggi, pembicaraan diplomatik, dan kegiatan resmi delegasi negara peserta.

Akses menuju Zona Biru akan dikendalikan berdasarkan ketentuan akreditasi PBB.

Selain ruang sidang pleno, kawasan ini dilengkapi kantor delegasi, paviliun, pusat pers dan media, serta restoran.

Berbagai diskusi pendamping juga akan membahas adaptasi perubahan iklim, energi bersih, pengelolaan sampah, kota berkelanjutan, pendanaan iklim, teknologi, kesehatan, dan transformasi hijau.

Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah bangunan berbentuk lima kelopak bernama Terowongan Waktu (Time Tunnel) seluas 10.000 meter persegi yang akan difungsikan sebagai Museum Nol Sampah.

Zona Hijau Jadi Pusat Partisipasi Masyarakat

Zona Hijau dirancang sebagai kawasan partisipasi publik yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan generasi muda.

Kawasan tersebut akan menghadirkan pameran, konser, diskusi panel, lokakarya, serta kegiatan interaktif untuk memperkenalkan solusi dan teknologi terkait perubahan iklim.

Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi Paviliun Turkiye, Pusat Sains, Industrialisasi Hijau, Kota Tangguh, Energi dan Transportasi, Budaya dan Peradaban, COPArt, serta Zona Perusahaan Rintisan.

Penyelenggara juga menghadirkan Pusat Nol Sampah (Zero Waste Hub), pusat praktik dan lokakarya, fasilitas pengomposan, serta Museum Nol Sampah.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari penerapan Gerakan Nol Sampah yang telah berkembang secara global.

Zona Hijau turut menghadirkan Rumah Antalya yang mencerminkan budaya tradisional masyarakat Yörük serta paviliun penyu yang dibangun menggunakan bahan-bahan nol sampah.

Penyelenggara Angkat Warisan Budaya Anatolia

Penyelenggara COP31 menggunakan nama tempat bersejarah, tokoh, dan unsur budaya Turkiye untuk sejumlah aula serta ruang konferensi.

Aula pleno terbesar di Zona Biru diberi nama Anadolu dengan kapasitas 1.794 orang dan akan digunakan untuk pertemuan perwakilan negara serta negosiasi resmi.

Aula pleno lainnya bernama Akdeniz memiliki kapasitas 828 orang, sementara fasilitas konferensi juga mencakup Aula Antalya.

Dua ruang konferensi pers diberi nama Mevlana Rumi dan Yunus Emre, yang dikenal sebagai tokoh sufi serta penyair.

Zona Biru juga menghadirkan Taman Kupu-Kupu Tropis untuk memperkenalkan alam, ekosistem, dan keanekaragaman hayati kepada pengunjung.

Sementara itu, aula terbesar di Zona Hijau diberi nama Aula Gaza dengan kapasitas 5.000 orang.

Sejumlah ruang lainnya menggunakan nama tokoh sejarah dan ilmu pengetahuan, termasuk Ibnu Sina, Aziz Sancar, Al-Farabi, dan Al-Biruni.

Melalui Taman Anatolia, penyelenggara akan memperkenalkan warisan peradaban kawasan tersebut sejak masa bangsa Het, Frigia, Lidia, dan Likia hingga periode Romawi, Bizantium, Seljuk, serta Ottoman.

COP31 juga menghadirkan konsep "Tujuh Wilayah, Tujuh Kuliner" untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Anatolia dan budaya pangan berkelanjutan.

Sebanyak 27.957 Personel Disiapkan untuk Pengamanan

Pemerintah setempat menyiapkan 27.957 personel kepolisian, gendarmerie, dan penjaga pantai untuk mendukung keamanan penyelenggaraan COP31.

Pusat manajemen krisis juga telah dibentuk di Zona Hijau di bawah koordinasi Kantor Gubernur Antalya.

Pusat tersebut melibatkan unsur kepolisian, dinas kesehatan, lembaga penanggulangan bencana, pemadam kebakaran, serta instansi pengelola air, listrik, dan gas alam.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan, penyelenggara menyiapkan lima pos kesehatan yang terdiri atas tiga pos di Zona Biru dan dua pos di Zona Hijau.

Sebanyak tujuh ambulans operasional dan dua ambulans cadangan juga direncanakan disiagakan selama konferensi.

Selain itu, terdapat 20 tim bergerak Penyelamatan Medis Nasional yang terbagi menjadi sembilan tim di Zona Biru dan 11 tim di Zona Hijau.

Dari sisi transportasi, sebanyak 630 bus rendah emisi dan ramah lingkungan yang disediakan oleh 25 pemerintah kota akan melayani peserta konferensi.

Penyediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari persiapan Turkiye untuk menyelenggarakan COP31 sekaligus memperkenalkan praktik keberlanjutan dalam kegiatan berskala internasional.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026