HOME  ⁄  News

WHO Tetapkan Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus sebagai Kontak Risiko Tinggi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

WHO Tetapkan Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus sebagai Kontak Risiko Tinggi
Foto: (Sumber: Foto yang diambil pada 21 Mei 2023 ini memperlihatkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan kantor pusat WHO di latar belakang di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Lian Yi).)

Pantau - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan seluruh orang yang berada di kapal pesiar terdampak wabah hantavirus harus dianggap sebagai kontak berisiko tinggi dan dipantau aktif selama 42 hari.

Direktur kesiapsiagaan dan pencegahan epidemi serta pandemi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan seluruh penumpang dan awak kapal diklasifikasikan sebagai kontak berisiko tinggi.

“Kami mengklasifikasikan semua orang di atas kapal sebagai apa yang kami sebut kontak berisiko tinggi,” kata Maria Van Kerkhove.

Ia menjelaskan saat ini belum ada penumpang maupun awak kapal yang menunjukkan gejala penyakit.

Namun WHO tetap merekomendasikan pemantauan dan tindak lanjut aktif terhadap seluruh penumpang serta awak kapal yang turun selama periode 42 hari.

“Tidak ada seorang pun di atas kapal yang menunjukkan gejala,” ujar Maria Van Kerkhove.

WHO menilai risiko penyebaran bagi masyarakat umum dan warga Kepulauan Canary masih tergolong rendah meskipun kapal MV Hondius dijadwalkan berlabuh di wilayah tersebut pada Minggu 10 Mei 2026.

WHO Catat Delapan Kasus dan Tiga Kematian

Berdasarkan laporan Disease Outbreak News WHO, penyakit pernapasan parah pertama kali dilaporkan di kapal pesiar MV Hondius pada 2 Mei 2026.

Saat laporan awal muncul, terdapat 147 penumpang dan awak kapal di atas kapal sementara 34 orang lainnya telah turun lebih dahulu.

WHO menyebut seluruh titik kontak di negara-negara terkait telah diberi informasi dan mendukung proses pelacakan kontak internasional.

Hingga Jumat 8 Mei 2026, tercatat delapan kasus bergejala termasuk tiga kematian akibat wabah tersebut.

Sebanyak enam kasus telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium sebagai infeksi hantavirus Andes atau ANDV.

WHO mendesak negara-negara terkait terus memperkuat koordinasi kesehatan masyarakat meliputi pelacakan kontak, penanganan kasus, pencegahan penularan, dan komunikasi transparan.

Gejala awal infeksi hantavirus disebut meliputi sakit kepala, pusing, menggigil, demam, nyeri otot, serta gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

WHO juga merekomendasikan pemantauan mandiri, evaluasi medis, dan penggunaan masker bagi kontak berisiko rendah apabila muncul gejala penyakit.

Penulis :
Gerry Eka