HOME  ⁄  News

Dua Universitas di China Jatuhkan Sanksi atas Pelanggaran Akademik dan Perkuat Pengawasan Penelitian

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dua Universitas di China Jatuhkan Sanksi atas Pelanggaran Akademik dan Perkuat Pengawasan Penelitian
Foto: (Sumber: Kantor Berita Xinhua (Xinhua).)

Pantau - Dua universitas di China menegaskan kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran akademik setelah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah staf pengajar dan peneliti sebagai bagian dari upaya menjaga integritas penelitian dan kualitas publikasi ilmiah.

Langkah tersebut diambil oleh Nankai University di Kota Tianjin dan Sun Yat-sen University di Provinsi Guangdong setelah ditemukan berbagai pelanggaran yang berkaitan dengan karya ilmiah dan data penelitian.

Nankai University mengumumkan pemutusan kontrak kerja seorang peneliti pascadoktoral setelah ditemukan ketidakwajaran dalam sebuah makalah ilmiah yang ditulisnya.

Selain itu, salah satu penulis korespondensi dalam publikasi tersebut dicopot dari jabatannya sebagai dekan Fakultas Ilmu Hayati.

Penulis korespondensi lainnya juga dijatuhi sanksi berupa peringatan.

Pihak universitas menyatakan kasus tersebut akan dijadikan pelajaran untuk memperkuat pendidikan mengenai integritas penelitian.

Kampus juga berkomitmen membangun lingkungan penelitian dan atmosfer akademik yang bersih, jujur, serta berintegritas.

Sementara itu, Sun Yat-sen University mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran akademik yang melibatkan sejumlah dosen.

Universitas tersebut memberhentikan dua dosen dari jabatan mereka sebagai wakil pimpinan di institusi masing-masing setelah ditemukan permasalahan pada gambar dan data yang digunakan dalam karya akademik mereka.

Selain dua dosen tersebut, sejumlah pihak lain yang terkait juga menerima sanksi berupa penurunan jabatan, teguran, hingga peringatan.

Universitas Sun Yat-sen menegaskan akan memperkuat pendidikan tentang integritas penelitian dan menyempurnakan mekanisme pengelolaan data penelitian.

Perbaikan dilakukan pada sistem pencatatan eksperimen, penggunaan gambar ilmiah, serta proses pengajuan naskah penelitian.

Universitas juga berkomitmen memperkuat sistem pengawasan dan verifikasi rutin terhadap aktivitas penelitian.

Kasus di kedua universitas tersebut menunjukkan bahwa pelanggaran akademik tidak hanya berdampak pada individu yang terlibat, tetapi juga dapat memengaruhi reputasi institusi pendidikan.

Karena itu, kedua perguruan tinggi memilih mengambil tindakan disiplin yang tegas untuk menegakkan standar akademik serta mencegah terulangnya praktik manipulasi data, penggunaan gambar yang tidak sesuai, maupun bentuk pelanggaran akademik lainnya.

Penulis :
Gerry Eka