
Pantau - Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan Topan Jangmi akan memicu hujan lebat, angin kencang, gelombang pasang, serta potensi tanah longsor di sejumlah wilayah Jepang mulai dari Pulau Kyushu hingga wilayah Kanto yang mencakup Tokyo pada pekan ini.
JMA memperingatkan bahwa hujan deras berpotensi berlangsung hingga Rabu (3/6/2026) dengan intensitas yang dapat mencapai tingkat peringatan cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko meluapnya sungai, longsor, dan dampak cuaca buruk lainnya yang dapat terjadi akibat akumulasi curah hujan tinggi.
Menurut JMA, Topan Jangmi diperkirakan mendekati Pulau Okinawa dan Kepulauan Amami pada Senin (1/6/2026) hingga Selasa (2/6/2026) sebelum berbelok ke arah timur.
Topan tersebut kemudian diperkirakan bergerak menuju wilayah Jepang bagian barat dan timur pada Rabu (3/6/2026).
JMA menjelaskan adanya front cuaca yang tertahan di sebelah utara topan sehingga hujan diperkirakan turun lebih awal sebelum pusat badai mencapai daratan Jepang.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hujan berlangsung dalam durasi yang cukup lama di sejumlah wilayah.
Beberapa daerah diperkirakan menerima curah hujan lebih dari 200 hingga 300 milimeter.
Untuk periode 24 jam hingga Senin siang, curah hujan di Okinawa diperkirakan mencapai 100 milimeter.
Pada periode yang sama, wilayah Amami dan Kyushu bagian selatan diperkirakan menerima curah hujan sekitar 80 milimeter.
Hingga Selasa siang, curah hujan di Okinawa, Amami, dan Kyushu bagian selatan diperkirakan mencapai 300 milimeter.
Hingga Rabu siang, Pulau Shikoku dan wilayah Kansai diperkirakan menerima curah hujan hingga 300 milimeter.
Sementara itu, wilayah Tokai dan Kanto diperkirakan menerima curah hujan hingga 200 milimeter.
Dampak Topan Jangmi mulai dirasakan sektor transportasi udara di Jepang.
Japan Airlines dan All Nippon Airways melaporkan sejumlah pembatalan penerbangan menuju dan dari Okinawa.
Pada Minggu sore, Topan Jangmi terpantau bergerak ke arah utara dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam di selatan Okinawa.
Topan tersebut memiliki tekanan udara pusat sebesar 975 hektopaskal.
Kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 108 kilometer per jam.
Kecepatan hembusan angin sesaat maksimum mencapai 162 kilometer per jam.
Otoritas Jepang terus memantau perkembangan topan dan mengimbau masyarakat mengikuti informasi cuaca resmi serta mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
- Penulis :
- Gerry Eka





