
Pantau - Kejuaraan Dunia ABB FIA Formula E akan menghadirkan balapan malam pertama di jalanan Jepang saat TDK Tokyo E-Prix 2026 yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 25-26 Juli 2026, di Sirkuit Jalanan Tokyo yang mengelilingi Tokyo Big Sight.
Balapan Malam Jadi Tantangan Baru Pembalap
Dua balapan yang menjadi putaran ke-14 dan ke-15 musim 2025/2026 tersebut dijadwalkan dimulai pukul 20.05 waktu setempat dengan latar pencahayaan Tokyo Big Sight.
Pembalap Nissan Formula E Team Oliver Rowland menilai perubahan jadwal menjadi balapan malam akan menghadirkan tantangan baru saat tampil di kandang timnya.
Rowland mengungkapkan, “Kembali ke Tokyo selalu terasa istimewa. Balapan di ajang kandang Nissan adalah sesuatu yang selalu kami nantikan, dan suasana di sekitar sirkuit sangat fantastis.”
Ia menambahkan, “Saya selalu menikmati mengemudi di trek ini dan akan menarik untuk melihat bagaimana perubahannya di bawah lampu pada balapan malam pertama di sini.”
Tokyo E-Prix kembali digelar untuk tahun ketiga menggunakan lintasan sepanjang 2,582 kilometer dengan 18 tikungan yang memadukan tiga bagian lurus, tikungan sempit, serta kombinasi tikungan berkecepatan tinggi di kawasan Teluk Tokyo.
Balapan ganda di Tokyo menjadi akhir pekan kedua terakhir musim ini sekaligus berperan penting dalam persaingan perebutan gelar juara dunia.
Pascal Wehrlein memimpin klasemen pembalap dengan 141 poin setelah memenangi balapan pertama di Shanghai, unggul sembilan poin atas Mitch Evans dari Jaguar TCS Racing, sementara Oliver Rowland berada di posisi ketiga dengan 114 poin.
Persaingan klasemen tim juga berlangsung ketat dengan Jaguar unggul enam poin atas Porsche, sedangkan Porsche memimpin klasemen pabrikan dengan 384 poin.
Formula E Usung Keberlanjutan dan Aksi Sosial
Lola Yamaha ABT juga menjadi sorotan setelah Lucas di Grassi mempersembahkan kemenangan perdana bagi tim tersebut pada balapan kedua di Shanghai.
Di Grassi mengungkapkan, “Meraih kemenangan pertama untuk Lola adalah momen yang sangat istimewa dalam karier saya dan tentu saja dorongan besar bagi tim yang telah bekerja keras selama dua musim terakhir.”
Ia menambahkan, “Kami menunjukkan kecepatan yang bagus di Jepang tahun lalu, mencetak 10 poin di balapan kedua dan kami berharap untuk mengulangi, atau bahkan lebih baik, performa tersebut akhir pekan ini.”
Penyelenggara Tokyo E-Prix menggunakan bahan bakar minyak nabati terhidrogenasi (Hydrotreated Vegetable Oil/HVO) untuk memenuhi kebutuhan energi, termasuk pencahayaan lintasan, yang dipadukan dengan sistem penyimpanan baterai guna meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik saat beban puncak.
Formula E juga menyediakan fasilitas isi ulang air minum, membatasi penggunaan plastik sekali pakai, serta menyalurkan donasi sebesar 25.000 euro melalui Better Futures Fund untuk mendukung anak-anak di panti asuhan Tokyo.
Seluruh peserta dijadwalkan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum balapan pertama untuk mengenang Kepala Tim Citroën Racing Cyril Blais yang meninggal dunia.
Setelah dua putaran di Tokyo, musim 2025/2026 akan ditutup melalui dua balapan terakhir di London pada 15 dan 16 Agustus 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan





