
Pantau - Pemerintah Kota Makassar menjajaki pengembangan kerja sama internasional dengan Yokohama, Kawasaki, dan Maniwa di Jepang pada sektor transportasi, energi, pengendalian banjir, ekonomi sirkular, hingga pengelolaan sampah.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham membahas peluang tersebut saat berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan bertemu Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Maria Renata Hutagalung beserta jajaran pada Senin (31/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar memperkuat komunikasi dan memperluas jejaring untuk mengembangkan kerja sama antarkota atau City-to-City Collaboration Project.
“Berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Makassar tentu harus terus dijajaki. Mulai dari lingkungan, transportasi, pengendalian banjir, pengembangan ekonomi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Pemkot Makassar juga membuka peluang kerja sama dengan Jepang pada sektor ketenagakerjaan, pengembangan UMKM, dan pendidikan.
Yokohama, Kawasaki, dan Maniwa Jadi Mitra Potensial
Kerja sama dengan tiga kota di Jepang akan diarahkan pada sejumlah bidang strategis sesuai potensi masing-masing daerah.
Yokohama menjadi mitra potensial Makassar dalam pengembangan sektor transportasi dan energi.
Kawasaki dijajaki sebagai mitra dalam bidang manajemen air dan pengendalian banjir.
Sementara itu, kerja sama dengan Maniwa berpeluang difokuskan pada pengembangan ekonomi sirkular dan manajemen persampahan.
Pemkot Makassar berharap komunikasi dengan berbagai pihak di Jepang dapat menghasilkan kerja sama konkret yang mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan.
Makassar Bawa Kebijakan Pengelolaan Sampah ke Forum APCC
Kunjungan Pemkot Makassar ke Jepang juga berkaitan dengan undangan Wali Kota Yokohama untuk menghadiri Asia-Pacific Circular Cities Forum (APCC) 2026 di Yokohama pada 2-4 September 2026.
Makassar sebagai salah satu inisiator Asian Circular Cities Declaration (ACCD) yang mewakili kota-kota di Indonesia dijadwalkan menjadi pembicara dalam Plenary Session 1 pada 3 September 2026.
Pemkot Makassar akan memaparkan materi bertajuk “Makassar City Waste Management Policy” mengenai kebijakan dan komitmen daerah dalam pengelolaan persampahan serta pembangunan kota berkelanjutan.
Aliyah dalam kunjungan tersebut didampingi Staf Ahli Wali Kota Makassar Herfidha Attas, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Helmy Budiman, dan Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar Andi Zulfitrah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




