HOME  ⁄  News

Gelombang Panas Ekstrem di Amerika Serikat Tewaskan Sedikitnya 25 Orang dan Picu Pemadaman Listrik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gelombang Panas Ekstrem di Amerika Serikat Tewaskan Sedikitnya 25 Orang dan Picu Pemadaman Listrik
Foto: Sebuah papan peringatan tentang bahaya cuaca panas ekstreme terpasang di Pos Pusat Pengunjung Furnace Creek, Taman Nasional Death Valley, California, Amerika Serikat, Senin (17/8/2020).

Pantau - Sedikitnya 25 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah Deep South, Midwest, dan Pesisir Timur Amerika Serikat, sementara cuaca panas dan badai juga memicu gangguan jaringan listrik di sejumlah negara bagian.

Berdasarkan laporan NBC, sebanyak 22 dari total 25 kematian tersebut tercatat di New Jersey.

Pejabat kesehatan New Jersey, Dalya Eweis, mengatakan jumlah kematian akibat panas di negara bagian tersebut meningkat dari 19 menjadi 22 pada Sabtu, 4 Juli.

Selain di New Jersey, satu kematian akibat panas dilaporkan di Illinois dan dua lainnya terjadi di Mississippi.

Suhu Pecahkan Rekor di Sejumlah Wilayah

ABC melaporkan suhu di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celsius saat peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli.

Suhu tersebut memecahkan rekor yang telah bertahan selama lebih dari 100 tahun.

Di New York, suhu mencapai 100,4 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celsius pada Kamis, 2 Juli.

Suhu yang sangat tinggi menyebabkan aspal meleleh di sejumlah wilayah di New York.

Akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut, sejumlah kota di kawasan Pesisir Timur membatalkan atau menjadwal ulang rangkaian acara peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Ratusan Ribu Rumah Tangga Alami Pemadaman Listrik

Cuaca panas ekstrem yang disertai badai petir musim panas juga memengaruhi stabilitas jaringan listrik di sejumlah negara bagian.

Pada Sabtu, sedikitnya 840.000 rumah tangga dilaporkan mengalami pemadaman listrik di tengah gelombang panas dan cuaca buruk.

Penulis :
Gerry Eka