HOME  ⁄  News

Katy Perry Mengecam Penggunaan Lagu Firework dalam Video Serangan Militer Gedung Putih

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Katy Perry Mengecam Penggunaan Lagu Firework dalam Video Serangan Militer Gedung Putih
Foto: Penyanyi Katy Perry.

Pantau - Penyanyi asal Amerika Serikat Katy Perry mengecam penggunaan lagu Firework sebagai musik latar dalam video cuplikan serangan militer yang diunggah melalui akun resmi TikTok Gedung Putih karena dinilai bertentangan dengan pesan lagu tersebut.

Katy Perry Tolak Lagunya Digunakan untuk Konten Militer

Katy Perry mengatakan, “Musik saya bertujuan untuk menyatukan orang, bukan merayakan peperangan."

Ia mengaku terkejut dan marah setelah mengetahui akun @WhiteHouse menggunakan lagu hit tersebut sebagai latar video yang menampilkan cuplikan serangan militer.

Melalui akun X miliknya, Perry menegaskan, "Saya tidak menyetujui ini, saya tidak diminta, dan saya sama sekali tidak membenarkannya."

Video yang diunggah pada 23 Juli waktu setempat itu menggunakan lirik lagu Firework dari album Teenage Dream, termasuk bagian “boom, boom, boom,” yang dipadukan dengan gambar ledakan bom serta keterangan bertuliskan “Iran telah diperingatkan”.

Nilai Lagu Dinilai Bertolak Belakang dengan Isi Video

Perry menyatakan lagu Firework ditulis sebagai simbol harapan, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang menghadapi masa sulit.

Ia menegaskan, “Melihat pesan tentang harga diri dan peningkatan diri dipersenjatai untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran total terhadap semua yang diwakili lagu saya."

Katy Perry menjadi salah satu dari sejumlah musisi yang mengecam penggunaan karya mereka dalam konten politik pemerintahan Donald Trump, menyusul Ariana Grande, Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Kenny Loggins, dan Kesha.

Sebelumnya, Kesha juga memprotes penggunaan lagunya Blow oleh akun TikTok Gedung Putih dalam video yang menampilkan jet tempur dan pesan terkait kematian.

Penulis :
Gerry Eka