HOME  ⁄  News

Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo Tembus 3.000, Lebih dari 1.300 Orang Meninggal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo Tembus 3.000, Lebih dari 1.300 Orang Meninggal
Foto: Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo telah menembus 3.000 kasus, menurut data resmi yang dirilis pada Sabtu (25/7).

Pantau - Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo telah menembus 3.000 kasus dengan total 3.075 pasien, termasuk 1.354 kematian, menurut data resmi yang dirilis otoritas kesehatan pada Sabtu (25/7).

Wabah Meluas ke Lima Provinsi

Otoritas kesehatan RD Kongo mencatat sebanyak 556 pasien telah pulih, sementara 755 pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi.

Wabah Ebola saat ini melanda lima provinsi, yakni Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, dan Tshopo.

Perdana Menteri RD Kongo Judith Suminwa Tuluka mengatakan para peneliti sedang mengembangkan pengobatan dan vaksin untuk melawan virus Ebola Bundibugyo (Bundibugyo ebolavirus), yang menjadi penyebab wabah saat ini.

Ia mengungkapkan harapannya bahwa vaksin dan pengobatan dapat tersedia dalam waktu dua hingga empat bulan.

Pemerintah RD Kongo juga telah menyediakan pendanaan untuk mendukung penelitian tersebut, meski belum menjelaskan tahapan pengembangan maupun proses persetujuannya.

Uji Klinis Vaksin Mulai Dilakukan

Hingga kini belum ada vaksin yang disetujui maupun pengobatan berizin khusus untuk virus Ebola Bundibugyo.

Sejumlah vaksin dan terapi eksperimental masih menjalani evaluasi klinis sebagai upaya mengendalikan wabah.

Universitas Oxford mengumumkan relawan pertama telah menerima vaksin dalam uji klinis pertama pada manusia untuk vaksin ChAdOx1 BDBV yang dikembangkan guna memberikan perlindungan terhadap virus Ebola Bundibugyo.

Penulis :
Gerry Eka