
Pantau - Sedikitnya 90 migran dilaporkan tewas saat mencoba memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Afrika Utara, dari Maroko, berdasarkan laporan stasiun radio Cadena Ser yang mengutip sejumlah sumber pada Minggu.
Puluhan Jenazah Ditemukan di Ceuta dan Maroko
Laporan tersebut menyebut aparat penegak hukum Spanyol telah menemukan 74 jenazah, sementara pihak berwenang Maroko menemukan 16 jenazah lainnya.
Peristiwa itu terjadi setelah Ceuta mengalami gelombang migran dalam jumlah besar dari Maroko pada akhir Juli 2026.
Menurut laporan, Wali Kota-Presiden Ceuta Juan Jesus Vivas menyampaikan sekitar 60.000 orang memasuki kota tersebut dari Maroko dalam satu hari pada Jumat.
Krisis tersebut juga memicu kerusuhan sehingga tambahan personel kepolisian, Garda Sipil, dan militer dikerahkan untuk mengamankan wilayah.
Ceuta Menjadi Jalur Utama Migrasi ke Uni Eropa
Ceuta merupakan wilayah kantong Spanyol yang berada di pantai utara Afrika dan berbatasan langsung dengan Maroko.
Bersama Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika serta dikenal sebagai salah satu jalur utama migrasi ilegal menuju Uni Eropa.
Laporan mengenai jumlah korban tewas tersebut bersumber dari Sputnik/RIA Novosti.
- Penulis :
- Gerry Eka



