
Pantau - Organisasi Kerja Sama Shanghai atau SCO memperkuat kerja sama keamanan, ekonomi, teknologi, dan hubungan antarmasyarakat setelah 25 tahun menjadi wadah bagi negara-negara dengan sistem politik, jalur pembangunan, dan peradaban yang berbeda.
Presiden China Xi Jinping sebelumnya mengusulkan Inisiatif Tata Kelola Global atau Global Governance Initiative dalam Pertemuan SCO Plus dengan menyerukan sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara.
Praktik kerja sama SCO selama 25 tahun disebut mencerminkan lima prinsip inisiatif tersebut, yakni kesetaraan kedaulatan, supremasi hukum internasional, multilateralisme, pendekatan yang berpusat pada rakyat, dan pelaksanaan tindakan nyata.
SCO Catat Lebih dari 1.400 Insiden Terorisme dan Ekstremisme Digagalkan
SCO menempatkan keamanan dan stabilitas kawasan sebagai salah satu bagian utama kerja sama dengan mendorong hubungan bertetangga, persahabatan, kesetaraan, musyawarah, serta penghormatan terhadap keberagaman.
Kerja sama negara-negara anggota SCO tercatat telah membantu menggagalkan lebih dari 1.400 insiden terkait terorisme dan ekstremisme selama 25 tahun terakhir.
Organisasi tersebut juga telah menggelar lebih dari 40 latihan dan operasi antiterorisme gabungan serta mendirikan empat pusat baru yang berfokus pada keamanan.
Pendekatan keamanan SCO juga menghubungkan stabilitas kawasan dengan kepercayaan politik, pembangunan ekonomi, dan pertukaran antarmasyarakat.
Tujuh Platform Kerja Sama China-SCO Dikembangkan
China dan SCO meluncurkan tujuh platform kerja sama yang mencakup industri hijau, ekonomi digital, inovasi sains dan teknologi, energi, pendidikan tinggi, pendidikan vokasi dan teknis, serta kecerdasan buatan atau AI.
Kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra serta penyelarasan strategi pembangunan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi di antara negara anggota.
Berdasarkan perhitungan menggunakan data Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO, total volume impor dan ekspor barang dari 10 anggota SCO mencapai sekitar 8,88 triliun dolar AS pada 2025.
Sejumlah proyek yang dikembangkan mencakup jalur kereta China-Kirgizstan-Uzbekistan, pusat layanan perdagangan elektronik Jalur Sutra, serta jaringan universitas SCO.
SCO Plus Perluas Dialog Negara Global South
Pertukaran antarmasyarakat turut menjadi bagian kerja sama SCO melalui dialog dan interaksi yang ditujukan untuk membangun pemahaman serta kerja sama di tengah perbedaan sejarah, budaya, dan peradaban.
SCO juga menjalankan kerja sama internasional dengan mengacu pada tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum internasional.
Format SCO Plus memperluas ruang dialog di antara negara-negara Global South sekaligus membuka pertukaran pengalaman mengenai tata kelola dan kerja sama praktis.
Selama 25 tahun, SCO menjadi wadah kerja sama bagi negara-negara dengan latar belakang politik, pembangunan, dan peradaban berbeda melalui prinsip yang dikenal sebagai Semangat Shanghai.
- Penulis :
- Gerry Eka




