HOME  ⁄  News

Xi Jinping Tegaskan China Siap Pimpin BRICS pada 2027 dan Dorong Agenda Selatan Global

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Xi Jinping Tegaskan China Siap Pimpin BRICS pada 2027 dan Dorong Agenda Selatan Global
Foto: Presiden China Xi Jinping dalam KTT ke-18 BRICS di New Delhi, Sabtu (12/9/2026).

Pantau - Presiden China Xi Jinping menyatakan negaranya siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027 dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19 dengan agenda yang mendukung pembangunan negara-negara Selatan Global.

Pernyataan tersebut disampaikan Xi dalam sesi pertama KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

"China akan mengambil alih keketuaan BRICS tahun depan dan menjadi tuan rumah Pertemuan Ke-19 KTT BRICS. China akan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat konsensus dan membuka masa depan bersama, memulai era Dasawarsa Emas ketiga kerja sama BRICS, serta bersama-sama menciptakan masa depan cerah bagi kemakmuran bersama," kata Presiden Xi Jinping.

Xi menyebut 2026 menandai peringatan 20 tahun kerja sama BRICS yang menurutnya telah berkembang menjadi salah satu wadah kerja sama paling berpengaruh bagi negara-negara berkembang.

"Sebagai barisan terdepan negara Selatan Global, anggota BRICS tetap berpegang pada kemandirian, aktif menjajaki jalur pembangunan masing-masing, serta menjadi contoh bagi negara-negara berkembang lain untuk bersatu dan memperkuat diri," ucapnya.

Xi mengklaim BRICS selama dua dekade telah menghasilkan berbagai capaian dalam menghadapi krisis keuangan internasional, pandemi COVID-19, perubahan iklim, serta sejumlah tantangan lainnya.

"BRICS kini telah memasuki tahap baru pembangunan berkualitas tinggi dalam kerangka 'Kerja Sama BRICS yang Lebih Besar'. Saat ini kekuatan Selatan Global tumbuh semakin kuat dan multipolarisasi dunia tidak dapat dibendung, tapi pada saat yang sama unilateralisme dan politik kekuasaan juga menguat. Negara-negara BRICS harus dengan teguh berdiri mengarahkan tatanan internasional menuju arah yang lebih adil dan rasional," kata Xi.

Xi Ajukan Empat Usulan untuk BRICS

Xi mengajukan empat usulan dalam KTT tersebut dengan poin pertama berupa dorongan agar negara-negara BRICS menjadi pelopor pembangunan inovatif.

"Pada kesempatan ini, saya mengusulkan Inisiatif BRICS tentang pemberdayaan industrialisasi baru melalui kecerdasan buatan (AI). China bersedia bekerja sama dengan semua pihak untuk menghasilkan lebih banyak capaian penelitian, pengembangan, dan penerapan, serta memperdalam kerja sama rantai industri dan rantai pasok," ucapnya.

Usulan itu menempatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penelitian, pengembangan, serta penguatan rantai industri dan pasok sebagai bagian dari agenda kerja sama yang didorong China.

Usulan kedua berkaitan dengan upaya menjadikan negara-negara BRICS sebagai pelopor dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.

"Situasi di kawasan Teluk dan Timur Tengah masih terus berkembang, konflik tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi rakyat negara-negara di kawasan dan juga tidak sesuai dengan kepentingan bersama masyarakat internasional. Masalah Palestina senantiasa menjadi inti persoalan Timur Tengah dan jalan keluarnya adalah melaksanakan solusi dua negara dan mewujudkan hidup berdampingan secara damai antara Palestina dan Israel," kata Presiden Xi.

China Dorong Pertukaran Antarperadaban dan Reformasi Tata Kelola Global

Xi dalam usulan ketiganya meminta BRICS menjadi pelopor dalam mendorong pertukaran dan pembelajaran antarperadaban.

"Kita harus menyelenggarakan dengan baik Forum Pertukaran Antarmasyarakat BRICS, berbagi pengalaman dalam tata kelola negara, dan memperdalam kerja sama di bidang kebudayaan, pariwisata, pendidikan, dan bidang-bidang lainnya," tambah Xi.

Usulan keempat menitikberatkan pada reformasi dan penyempurnaan tata kelola global dengan mendorong sistem yang dinilai lebih adil dan rasional.

Xi juga menyerukan agar kewibawaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijaga serta menentang tindakan keluar dari organisasi internasional, mengingkari kesepakatan, maupun membangun mekanisme tandingan.

"Kita harus mendukung sistem perdagangan multilateral yang berpusat pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), mendorong reformasi WTO, menentang penyalahgunaan tarif, dan melawan segala bentuk proteksionisme," tegas Xi.

KTT BRICS ke-18 Digelar di New Delhi

KTT BRICS ke-18 berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12–13 September 2026 di bawah keketuaan India.

Pertemuan tersebut mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability atau Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan.

Sejumlah pemimpin menghadiri KTT tersebut, termasuk Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Pertemuan juga dihadiri Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, serta Perdana Menteri India Narendra Modi.

China selanjutnya dijadwalkan memegang keketuaan BRICS pada 2027 sekaligus menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19 sebagaimana disampaikan Xi dalam pertemuan di New Delhi.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026