HOME  ⁄  News

Jingdezhen Menjadi Tempat Lahir Porselen Biru Putih Tiongkok yang Melegenda

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jingdezhen Menjadi Tempat Lahir Porselen Biru Putih Tiongkok yang Melegenda
Foto: Berbagai porselen biru putih (qingbai) dari Jingdezhen provinsi Jiangxi, China, Senin (31/8/2026).

Pantau - Kota Jingdezhen di Provinsi Jiangxi, Tiongkok, dikenal secara historis sebagai tempat lahir porselen biru putih legendaris qingbai yang berkembang melalui tradisi panjang para perajin dan pembakaran keramik bersuhu tinggi.

Sejarah porselen Jingdezhen juga diwarnai kisah Tong Bin, seorang juru bakar porselen yang menurut legenda mengorbankan dirinya saat pembuatan guci naga pesanan kaisar pada era Dinasti Ming sekitar 1599 Masehi.

Pembuatan guci porselen putih bermotif naga biru tersebut diawasi oleh seorang kasim bernama Pan Xiang yang diutus ke Jingdezhen atas perintah kaisar.

Ukuran guci yang sangat besar dan tebal membuat proses pembakaran sulit karena benda tersebut rawan pecah maupun berubah bentuk ketika dimasukkan ke dalam tungku bersuhu tinggi.

Pan Xiang sempat kesulitan mendapatkan perajin yang bersedia mengerjakan pesanan tersebut karena tingginya risiko kegagalan dalam proses produksi.

Tong Bin Dikisahkan Mengorbankan Diri di Tungku

Tong Bin yang ketika itu berusia 22 tahun akhirnya bekerja bersama para tukang tungku untuk membuat guci naga tersebut, tetapi pembakaran berulang kali gagal dan hanya menyisakan pecahan porselen.

Tekanan dari pihak istana membuat Pan Xiang kehilangan kesabaran hingga membentak, mencambuk, dan mengancam para pekerja yang tidak kunjung berhasil menyelesaikan pesanan.

Menurut kisah yang berkembang, Tong Bin kemudian melompat ke dalam tungku sebagai bentuk pengorbanan setelah tidak tega melihat rekan-rekannya menderita dan menghadapi ancaman hukuman.

Para pekerja selanjutnya menemukan guci porselen putih bermotif naga biru dalam kondisi berhasil setelah pintu tungku dibuka seusai pembakaran.

Kematian Tong Bin memicu kemarahan warga yang kemudian melakukan perlawanan serta membakar kantor pajak dan bengkel porselen milik kerajaan hingga membuat Pan Xiang melarikan diri.

Sebuah kuil kemudian didirikan di sisi timur pabrik keramik kerajaan Jingdezhen untuk mengenang Tong Bin yang dianugerahi gelar Feng Huo Xian atau Dewa Angin dan Api.

Porselen Biru Putih Menjadi Warisan Jingdezhen

Terlepas dari kisah Tong Bin yang dapat dipandang sebagai legenda, Jingdezhen tercatat memiliki sejarah panjang sebagai pusat produksi porselen biru putih Tiongkok.

Warna biru kobalt menjadi salah satu ciri khas porselen tersebut karena memiliki karakter klasik dan stabil serta dapat diaplikasikan dengan hasil yang relatif tahan lama.

Tradisi pembuatan porselen itu menjadikan Jingdezhen identik dengan kerajinan keramik yang diwariskan melalui keterampilan para perajin dan teknik pembakaran menggunakan tungku.

Berbagai koleksi porselen biru putih qingbai hingga guci naga menjadi bagian dari jejak perkembangan industri porselen yang melekat pada sejarah Jingdezhen.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026