HOME  ⁄  News

Turkiye Siap Beri Bantuan Teknis kepada Arab Saudi setelah Serangan Houthi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Turkiye Siap Beri Bantuan Teknis kepada Arab Saudi setelah Serangan Houthi
Foto: Pangeran Mahkota dan Perdana Menteri Saudi, Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (tengah), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berpose untuk foto bersama setelah menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Kota Makkah, Arab Saudi, Jumat (7/8/2026).

Pantau - Turkiye menyatakan siap memberikan bantuan kepada Arab Saudi menyusul serangan terbaru kelompok Houthi dengan menjalankan komitmen dalam Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah.

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan mengatakan negara-negara yang menandatangani perjanjian tersebut terus memantau perkembangan serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

"Kami bersatu dalam isu ini. Perjanjian tersebut berisi ketentuan-ketentuan yang relevan, yang akan kami tepati," ujar Fidan saat berbicara kepada stasiun televisi Turkiye NTV, Sabtu (19/9).

Menurut Fidan, bantuan militer yang dibutuhkan Arab Saudi kemungkinan berfokus pada sejumlah kebutuhan teknis yang dapat dipenuhi Turkiye.

Perjanjian Makkah Mengatur Pertahanan Bersama

Fidan menepis klaim bahwa penerapan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah berjalan lambat dan menyebut aliansi tersebut terbuka bagi negara-negara di kawasan.

Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani pada 7 Agustus 2026 di Kota Makkah, Arab Saudi, oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu negara penandatangan akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh pihak yang tergabung di dalamnya.

Ketegangan Arab Saudi dan Houthi Meningkat

Pernyataan Turkiye disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman dalam beberapa bulan terakhir.

Arab Saudi dan Houthi dilaporkan berulang kali melancarkan serangan terhadap satu sama lain selama periode ketegangan tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026