HOME  ⁄  News

Rusia Klaim Serangan Drone Ukraina di Moskow Tewaskan Dua Orang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Rusia Klaim Serangan Drone Ukraina di Moskow Tewaskan Dua Orang
Foto: Arsip foto - Tanda "Zona Larangan Terbang" terlihat di dekat Kremlin di Moskow, Rusia, Rabu (3/5/2023).

Pantau - Otoritas Rusia melaporkan serangan besar-besaran pesawat nirawak yang disebut berasal dari Ukraina menghantam Moskow dan wilayah sekitarnya pada Minggu (20/9/2026), menewaskan dua orang serta melukai enam lainnya.

Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengeklaim lebih dari 1.600 pesawat nirawak Ukraina ditembak jatuh sejak Sabtu, termasuk sekitar 450 unit ketika mendekati Moskow.

Menurut Sobyanin, sejumlah pesawat nirawak mencapai Kilang Minyak Moskow dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas tersebut, sedangkan satu pesawat nirawak menghantam sebuah bangunan hunian tanpa menimbulkan korban jiwa.

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Lawan gagal mencapai tujuan tersebut," tulis Sobyanin melalui Telegram.

Gedung Apartemen Terbakar, Ratusan Warga Dievakuasi

Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan serangan tersebut merusak infrastruktur sipil dan memicu kebakaran di sejumlah wilayah.

Dampak serius dilaporkan terjadi di Distrik Ramensky setelah sebuah pesawat nirawak yang jatuh memicu kebakaran pada atap gedung apartemen 21 lantai sehingga sekitar 400 orang dievakuasi.

Vorobyov juga menyebut sekitar 20 kendaraan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

Sebuah pesawat nirawak dilaporkan menghantam gedung apartemen tiga lantai di Sofyino hingga menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya.

Satu orang lainnya dilaporkan tewas di Distrik Orekhovo-Zuyevo, sedangkan satu orang terluka di Distrik Leninsky.

Serangan Terjadi saat Pemilu Parlemen Rusia

Serangan berlangsung ketika Rusia memasuki hari terakhir pemilu parlemen yang digelar selama tiga hari bersamaan dengan pemungutan suara tingkat regional dan lokal.

Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia menyebut lebih dari 111 juta orang memiliki hak untuk memberikan suara dalam pemilu tersebut.

Pemilih menentukan seluruh 450 anggota Duma Negara dengan 225 kursi diperebutkan melalui daftar partai dan 225 kursi lainnya melalui daerah pemilihan beranggota tunggal.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, Ukraina belum memberikan tanggapan atas klaim terbaru otoritas Rusia mengenai serangan pesawat nirawak tersebut.

Klaim dari pihak Rusia mengenai skala serangan dan jumlah pesawat nirawak yang ditembak jatuh juga belum dapat diverifikasi secara independen di tengah perang yang masih berlangsung.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026