
Pantau - Iran masih menunggu tanggapan final Amerika Serikat melalui perantara terkait usulan pembukaan kembali Selat Hormuz selama tujuh hari, meski Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan penolakan secara terbuka.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran telah menyampaikan rencana pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut kepada Washington melalui perantara.
"Kami melihat reaksi awal Presiden AS. Namun, belum ada yang disampaikan kepada kami melalui perantara," kata Araghchi dalam pernyataan kepada media Iran yang dipublikasikan melalui kanal Telegramnya.
Iran Tunggu Sikap Final melalui Perantara
Araghchi mengatakan Trump telah mengeluarkan sejumlah pernyataan yang menurutnya saling bertentangan terkait persoalan Selat Hormuz.
"Kami menunggu sikap final dari para perantara dan akan mengambil keputusan berdasarkan hal itu," kata Araghchi.
Ia menambahkan kemajuan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan Amerika Serikat untuk memenuhi persyaratan yang diajukan Iran.
Hingga kini, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih terhenti di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Ketegangan Iran-AS Kembali Meningkat
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani memorandum pada pertengahan Juni 2026 yang dimaksudkan untuk memulai proses menuju kesepakatan perdamaian.
Namun, eskalasi kembali terjadi sekitar tiga pekan setelah memorandum tersebut ditandatangani.
Washington menuduh Teheran menembaki kapal komersial yang berada di Selat Hormuz.
Setelah tuduhan tersebut, Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan.
Perkembangan terbaru membuat pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kelanjutan komunikasi kedua negara melalui perantara dan keputusan masing-masing pihak.
- Penulis :
- Gerry Eka




