HOME  ⁄  News

Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran untuk Membuka Kembali Selat Hormuz

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran untuk Membuka Kembali Selat Hormuz
Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (26/9) mengatakan dirinya telah menolak usulan bersyarat Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan menolak usulan bersyarat Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz setelah Teheran menyampaikan rencana melalui Qatar yang memungkinkan jalur tersebut dibuka dalam waktu tujuh hari.

"Kami memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Minyak dalam jumlah besar keluar dari Selat Hormuz. Tadi malam, ada 29 kapal yang melintas keluar," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Sabtu (26/9/2026).

Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan, tetapi usulan yang diajukan tidak dapat diterima oleh pihaknya.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, dan menurut saya itu tidak masalah. Saya juga senang membuat kesepakatan, tetapi kesepakatan itu tidak akan bisa diterima," tambahnya.

<h2>Iran Ajukan Rencana Pembukaan Selat dalam Tujuh Hari</h2>

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan Iran telah menyampaikan rencana "konkret" kepada Amerika Serikat melalui Qatar pada Jumat (25/9/2026).

Rencana tersebut memungkinkan Selat Hormuz dibuka kembali dalam waktu tujuh hari apabila sejumlah persyaratan yang diajukan terpenuhi.

Menurut Araghchi, periode tujuh hari akan dimulai segera setelah Washington menerima rencana tersebut, sementara langkah tertentu yang harus dilakukan Amerika Serikat diperkirakan membutuhkan empat atau lima hari.

<h2>Perundingan dengan AS Direncanakan pada Hari Ketujuh</h2>

Araghchi mengatakan Selat Hormuz akan dibuka pada hari keenam apabila tahapan dalam rencana tersebut berjalan sesuai usulan Iran.

"Dan pada hari ketujuh, pembicaraan dengan AS akan dimulai untuk membahas kesepakatan final mengenai hal-hal yang telah disepakati bersama," ujarnya.

Araghchi mengatakan langkah yang diminta Iran kepada Amerika Serikat bukan hal baru karena telah tercantum dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni 2026.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026